Rayyan Arkan Dikha ke Mahanadi Boita Race 2026 di India

Rayyan Arkan Dikha ke Mahanadi Boita Race 2026 di India
Ilustrasi (AI)

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berencana mengirimkan 24 atlet Pacu Jalur untuk tampil di ajang 2nd International Mahanadi Boita Race di Cuttack, Odisha, India, pada 28-29 November 2026. Ajang dayung tradisional ini merupakan bagian dari rangkaian festival budaya tahunan Bali Yatra yang digelar masyarakat Odisha.

Rencana keikutsertaan ini dibahas dalam pertemuan antara Direktur Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC), Kamal Khurana, dengan Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi, Mukhlisin, bersama sejumlah pejabat daerah. Mukhlisin menyampaikan kesiapan daerahnya mengirim 24 anggota tim Pacu Jalur untuk mengikuti kompetisi perahu tradisional berskala internasional tersebut.

Bacaan Lainnya

Rayyan Arkan Dikha Masuk Daftar Delegasi

Salah satu nama yang disorot dalam rencana delegasi Kuansing adalah Rayyan Arkan Dikha, atlet muda yang sempat viral di media sosial lewat aksinya di atas perahu Pacu Jalur hingga melahirkan fenomena yang dikenal sebagai “Aura Farming”. Popularitas tersebut turut mengangkat nama tradisi Pacu Jalur ke kancah internasional.

Keikutsertaan Rayyan bersama tim Kuansing di Odisha diharapkan menjadi momentum memperkenalkan tradisi Pacu Jalur sekaligus membuka pertukaran pengalaman antara atlet dayung Indonesia dan India, mengingat kedua negara memiliki tradisi budaya sungai dan maritim yang kuat.

Peluang Kerja Sama India dan Kuansing

Selain membahas partisipasi dalam lomba, pertemuan tersebut juga menyinggung peluang kerja sama yang lebih luas antara India dan Kabupaten Kuantan Singingi di bidang kebudayaan, olahraga, dan pendidikan. Kerja sama ini diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antar-institusi maupun masyarakat kedua pihak, sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat serta hubungan bilateral India-Indonesia di tingkat daerah.

Catatan Redaksi. Pacu Jalur adalah lomba dayung perahu panjang tradisional khas Kuantan Singingi yang biasa digelar saat perayaan hari besar nasional di Riau, dengan satu perahu bisa diawaki puluhan pendayung sekaligus. Istilah “aura farming” sendiri merujuk pada gaya bergerak atau berpose yang terlihat sangat percaya diri dan memikat perhatian di media sosial, yang kemudian dipakai warganet untuk menyebut gaya khas Rayyan berdiri di ujung perahu saat berlomba.

Sumber: Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (Kedutaan Besar India di Jakarta).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan