Hoops Indonesia Ori atau KW? Begini Cara Mengecek Keasliannya

Hoops Indonesia Ori atau KW? Begini Cara Mengecek Keasliannya
Ilustrasi (AI)

Toko perlengkapan basket Hoops Indonesia kembali menegaskan posisinya di tengah maraknya toko online yang mengklaim menjual sepatu basket original. Berbeda dari toko resmi satu brand (single-brand official store), Hoops Indonesia berstatus sebagai toko independen yang memegang lisensi resmi dari beberapa merek sekaligus, antara lain Nike, Air Jordan, Adidas, Puma, Under Armour, dan Converse, tanpa terikat kontrak eksklusif ke satu produsen pun.

Status independen ini, menurut perusahaan, membuat kurasi produk jadi lebih objektif karena tidak harus mengejar target penjualan satu brand tertentu. Konsumen bisa membandingkan langsung berbagai teknologi andalan di satu tempat, misalnya bantalan Zoom Air dari Nike untuk lompatan yang responsif, berdampingan dengan busa Lightstrike dari Adidas yang diklaim lebih empuk meredam benturan saat mendarat.

Bacaan Lainnya

Kurasi Berdasarkan Posisi Bermain

Hoops Indonesia mengklaim kurasi produknya juga memperhitungkan perbedaan beban pada tiap posisi pemain. Pemain center atau power forward yang bertubuh lebih besar cenderung mendarat dengan dua kaki agar beban terbagi rata, sementara guard yang gerakannya lebih eksplosif kerap lepas landas dari satu kaki sehingga tekanan menumpuk pada satu titik pijakan. Perbedaan ini yang disebut menjadi dasar rekomendasi sepatu, bukan sekadar mengikuti model yang sedang populer di media sosial.

Cara Mengecek Keaslian Sepatu

Perusahaan juga membagikan tiga langkah sederhana untuk mengenali sepatu basket palsu: mencocokkan kode SKU di lidah sepatu dengan data resmi brand, memeriksa kerapian jahitan sol tanpa sisa lem berantakan, serta menyamakan kode pada label dalam sepatu dengan stiker di kotaknya. Langkah ini dianggap penting mengingat survei internal yang disebut Hoops Indonesia menunjukkan lebih dari separuh pemilik sneaker di Indonesia pernah membeli produk tiruan.

Di luar penjualan produk, Hoops Indonesia menyebut turut aktif mendukung komunitas basket amatir lintas kota dan lintas usia, serta berkolaborasi dengan liga basket profesional nasional untuk menggelar sesi meet and greet dan coaching clinic. Saat ini perusahaan mengoperasikan setidaknya 17 gerai fisik di 6 kota besar, selain melayani penjualan daring melalui situs resminya.

Catatan Redaksi. Toko independen seperti ini berbeda dari authorized reseller biasa karena memegang lisensi resmi dari beberapa merek sekaligus, bukan hanya menjual ulang tanpa ikatan kontrak. Soal teknologi bantalan, Zoom Air memakai unit udara bertekanan yang pecah lebih cepat untuk respons cepat, sementara busa seperti Lightstrike mengandalkan material ringan yang menyerap benturan, sehingga keduanya memang dirancang untuk kebutuhan gerak yang berbeda, bukan sekadar beda merek.

Sumber: Hoops Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan