Desa Energi Berdikari Pertamina Tembus 310, Target 732 di 2030

Desa Energi Berdikari Pertamina Tembus 310, Target 732 di 2030

Program Desa Energi Berdikari (DEB) binaan PT Pertamina (Persero) mulai menampakkan dampak nyata di berbagai pelosok Indonesia. Di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, warga bersama penggerak masyarakat bernama Burhanudin berhasil menghijaukan kembali hutan lindung yang gundul sejak 2018 dengan menanam sekitar 30 ribu pohon. Upaya ini membuka peluang ekonomi baru lewat peternakan, ekowisata yang menarik sekitar 800 wisatawan per tahun, serta produk olahan kelapa seperti cocopeat, virgin coconut oil, dan briket.

Dari Hutan Lombok ke Pesisir Cilacap

Cerita serupa terjadi di Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah. Sebelum 2017, dusun ini belum teraliri listrik dan warganya harus menempuh 7 kilometer dengan perahu untuk mendapat air bersih. Kini, pembangkit listrik tenaga hibrida menggerakkan aerator tambak dan teknologi desalinasi air payau. Koperasi desa menjaga keberlanjutan operasional pembangkit melalui iuran Rp25 ribu per bulan per keluarga, sementara Dusun Bondan juga menjadi tempat belajar mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Kedua kisah ini merupakan sebagian kecil dari program DEB yang dikembangkan Pertamina sejak 2018 melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa program ini dibagi dalam tiga kategori yakni Ketahanan Pangan, Pesisir Modern, dan Wisata Energi, dengan tahapan pengembangan dari status Putih, Hijau, Biru, hingga Siap Mandiri.

Target Perluasan hingga 2030

Hingga saat ini terdapat 310 Desa Energi Berdikari yang telah dikembangkan dan 24 desa lainnya dalam proses, dengan 60 persen berada di luar Pulau Jawa. Pertamina menargetkan jumlah DEB mencapai 334 desa pada akhir 2026 dan 732 desa pada 2030. Program ini telah menghasilkan kapasitas listrik 1,595 juta Wp serta 973 ribu meter kubik biogas, sementara di sektor pangan tercatat produksi lebih dari 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas nonberas dari lahan sekitar 2.000 hektare.

Secara keseluruhan, nilai ekonomi kerakyatan dari program ini mencapai lebih dari Rp26 miliar per tahun dengan penerima manfaat lebih dari 283 ribu orang. Dari sisi lingkungan, DEB berkontribusi pada pengurangan emisi lebih dari 1,1 juta ton CO2 ekuivalen dan pengelolaan 145 ribu ton sampah per tahun, sekaligus mencetak 223 local hero bersertifikasi sebagai operator energi baru terbarukan.

Catatan Redaksi. Pembangkit listrik hibrida memadukan sumber energi seperti surya dengan diesel atau biomassa, sehingga pasokan listrik tetap stabil meski salah satu sumber berkurang. Desalinasi air payau bekerja dengan memisahkan garam lewat filtrasi atau penguapan, sehingga air yang sebelumnya tidak layak minum dapat diolah menjadi air bersih tanpa perlu didatangkan dari luar. Program semacam ini lazimnya berasal dari kewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diatur undang-undang bagi badan usaha milik negara.

Sumber: PT Pertamina (Persero).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan