
LRT Jabodebek menggelar pemeriksaan kebugaran jantung dan paru bagi seluruh pekerjanya. Program yang diinisiasi oleh Unit Kesehatan LRT Jabodebek ini menyasar pekerja dari berbagai divisi, mulai dari unit operasional, sarana dan prasarana, hingga bagian administratif.
Pemeriksaan tersebut bertujuan membantu pekerja mengenali kondisi kebugaran tubuh, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan paru, agar dapat menjalankan tugas sehari-hari secara optimal. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan transportasi publik yang tidak hanya bergantung pada keandalan sarana dan prasarana, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia di baliknya.
Langkah Preventif, Bukan Reaktif
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan pekerja merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan. Menurutnya, pelayanan yang baik membutuhkan kontribusi seluruh pekerja dengan kondisi kesehatan yang terjaga sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Di balik operasional transportasi publik yang melayani mobilitas masyarakat setiap hari, terdapat peran banyak pekerja dengan tanggung jawab yang saling mendukung. Karena itu, menjaga kesehatan dan kebugaran pekerja menjadi salah satu aspek penting agar setiap fungsi pekerjaan dapat dijalankan secara optimal,” ujar Radhitya.
Pemeriksaan ini juga dimaksudkan sebagai langkah preventif agar pekerja tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan terlebih dahulu. Dengan mengetahui kondisi kebugaran tubuh sejak dini, pekerja diharapkan lebih proaktif menerapkan pola hidup sehat serta menindaklanjuti rekomendasi medis sesuai hasil pemeriksaan.
LRT Jabodebek menyatakan akan terus mendorong kesehatan sebagai bagian dari budaya kerja di seluruh lini perusahaan, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat pengguna moda transportasi di kawasan Jabodebek.
Sumber: LRT Jabodebek.





