
Jenama mode Indonesia, PURANA, menjadi salah satu sorotan utama pada penutupan Solo Batik Fashion (SBF) 2026 yang berkolaborasi dengan Solo Fashion Week. Acara berlangsung di kawasan Taman Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu, 1 November 2026, sebagai bagian dari gelaran tahunan ke-18 yang diinisiasi Pemerintah Kota Surakarta.
Dalam sesi runway tersebut, PURANA menampilkan 10 looks bertajuk ‘Regal Bloom & Timeless Batik Archives’. Koleksi ini menggabungkan lini terbaru Spring/Summer 2027 ‘Regal Bloom’ dengan arsip batik klasik dari koleksi Spring/Summer 2024. Perpaduan siluet modern bernuansa botani Eropa dengan wastra lokal terlihat lewat motif Kecombrang, Parang, jacquard, tartan, Merpati, hingga Bakung Bemberg.
Mengusung Tema Nusantara
Solo Batik Fashion 2026 mengangkat tema besar ‘Nusantara’ untuk menegaskan posisi batik sebagai warisan budaya yang mengakar di berbagai daerah di Indonesia. Partisipasi PURANA dalam ajang ini dinilai memperkuat perannya dalam mengangkat wastra tradisional menjadi karya yang bisa dikenakan sehari-hari sekaligus tetap relevan dengan tren mode kontemporer.
Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta dan dilaksanakan oleh CV. Rama Dian Kencana bersama Solo Fashion Week, dengan dukungan Dinas Kebudayaan Surakarta dan Dinas Pariwisata Surakarta. PURANA tampil sebagai official fashion showcase, berkolaborasi dengan sister brand FUGUKU dan Puragraph.
Catatan Redaksi. Wastra adalah istilah umum untuk kain tradisional Indonesia yang sarat makna budaya, termasuk batik, tenun, dan songket, berbeda dari kain biasa karena motifnya sering terkait filosofi atau asal daerah tertentu. Istilah ‘sister brand’ pada PURANA, FUGUKU, dan Puragraph merujuk pada praktik umum industri mode membangun beberapa label di bawah satu grup usaha, masing-masing dengan segmen atau gaya berbeda namun berbagi jaringan produksi dan pemasaran.
Sumber: PURANA.





