
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat sinergi dengan pengembang dan bank penyalur untuk mempercepat penyediaan hunian subsidi yang layak dan terjangkau. Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, ke Perumahan Pondok Kalodran Permai 2 di Banten pada 1 November 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Sid berdialog dengan Kepala Tim Marketing perumahan, Iman, membahas progres pembangunan, tingkat penjualan unit, serta target akad Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sepanjang 2026.
Permintaan Tinggi, Pembangunan Masih Menyusul
Iman menjelaskan bahwa proyek yang berdiri di lahan lima hektare itu akan memiliki total 460 unit rumah. Sekitar 300 unit sudah terbangun, sementara 450 unit di antaranya sudah terjual atau dipesan, sebagian besar oleh pekerja kawasan industri dari generasi milenial dan Gen Z yang mencari hunian pertama dengan harga terjangkau. Pengembang menargetkan setidaknya 300 unit dapat melaksanakan akad KPR FLPP tahun ini melalui kerja sama dengan bank penyalur, termasuk BTN dan BSN.
Menanggapi tingginya permintaan tersebut, Sid menegaskan kesiapan BP Tapera mendukung pembiayaan dan mendorong pengembang mempercepat pembangunan tanpa mengabaikan kualitas unit yang akan dihuni masyarakat.
Realisasi FLPP Nasional dan Banten
Berdasarkan data BP Tapera periode 1 Januari hingga 30 Oktober 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP secara nasional mencapai 194.360 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp24,22 triliun. Provinsi Banten menyumbang 12.341 unit atau sekitar 6,35 persen dari total nasional, dengan nilai pembiayaan Rp1,54 triliun, sementara Kota Serang mencatat realisasi 3.838 unit senilai Rp461,27 miliar.
Sumber: BP Tapera.





