Study Abroad ke Rusia: Kisah William Budihartos dari BINUS

Study Abroad ke Rusia: Kisah William Budihartos dari BINUS
Ilustrasi (AI)

William Budihartos, mahasiswa program studi Information Systems di BINUS University, menjalani pengalaman belajar yang tak biasa setelah mengikuti program study abroad ke Rusia. Program ini merupakan bagian dari enrichment program yang disediakan School of Information Systems BINUS University bagi mahasiswanya.

William memilih Rusia karena ingin mengenal lebih dekat budaya negara tersebut, sekaligus mempelajari cara berpikir masyarakat dan akademisi di sana. Baginya, menyelami perspektif dari belahan dunia lain menjadi cara memperkaya wawasan dalam menghadapi dinamika global, sesuatu yang tidak selalu bisa didapat hanya dari bangku kuliah.

Bacaan Lainnya

Belajar Hubungan Internasional di HSE University

Selama program berlangsung, William menempuh studi di HSE University dengan fokus pembelajaran pada bidang International Relations & Business. Perpaduan antara latar belakang keilmuannya di sistem informasi dengan wawasan baru seputar hubungan internasional ia nilai sebagai bekal berharga untuk masa depannya.

Tantangan terbesar yang dihadapi William selama di Rusia adalah beradaptasi dengan cuaca ekstrem dingin, yang mengharuskannya mengubah kebiasaan sehari-hari, termasuk mengenakan pakaian berlapis setiap beraktivitas di luar ruangan. Di luar itu, ia juga menyempatkan diri menjelajahi arsitektur bangunan-bangunan tua bersejarah di Rusia serta menjalin pertemanan dengan mahasiswa dari berbagai negara.

William mengaku proses persiapan keberangkatannya banyak dibantu oleh ekosistem dukungan di BINUS University, mulai dari konsultasi, penyediaan informasi, hingga pengarahan dokumen yang diperlukan sebelum berangkat.

Catatan Redaksi. HSE University atau Higher School of Economics adalah salah satu universitas riset terkemuka di Rusia, dikenal luas untuk bidang ekonomi, hubungan internasional, dan ilmu sosial. Program study abroad seperti ini umumnya berbeda dari gelar ganda, karena mahasiswa tetap terdaftar di kampus asal dan hanya menempuh satu hingga dua semester di luar negeri untuk memperluas wawasan lintas budaya tanpa mengubah jalur kelulusannya.

Sumber: BINUS Media & Publishing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan