
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office Kutoarjo terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya untuk beralih ke transaksi digital, salah satunya lewat layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaatnya adalah Lili, pemilik Depot Yamie Ayam Anugerah di Jalan Senepo Tengah, Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah. Sejak Februari 2026, ia menggunakan QRIS BRI sebagai salah satu metode pembayaran di usahanya.
Menurut Lili, penggunaan kode QR membuat pelanggan tidak selalu harus membawa uang tunai, sementara ia sendiri tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian. Ia juga menilai pemantauan transaksi masuk menjadi lebih mudah dibanding sistem pembayaran tunai konvensional. Respons pelanggan pun dinilai positif, terutama dari mereka yang sudah terbiasa bertransaksi secara digital.
Dorongan Digitalisasi UMKM
Branch Office Head BRI Kutoarjo, Tri Suseno, mengatakan perluasan penggunaan QRIS merupakan bagian dari upaya bank memperluas akses layanan keuangan digital bagi UMKM. Ia menyebut perkembangan adopsi pembayaran digital di wilayah Kutoarjo cukup baik seiring makin banyaknya pelaku usaha yang beralih dari sistem tunai.
Selain mendorong penggunaan QRIS, BRI juga mengingatkan nasabah untuk menjaga keamanan bertransaksi, antara lain dengan tidak membagikan PIN, kata sandi, maupun kode One-Time Password (OTP) kepada siapa pun, serta tetap waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pihak lain.
Catatan Redaksi. QRIS adalah standar kode QR nasional yang disusun Bank Indonesia agar satu kode QR bisa dipakai lintas aplikasi pembayaran, apa pun bank atau dompet digital yang dipakai pembeli. Karena pembayaran langsung masuk ke rekening merchant secara elektronik, pencatatan transaksi otomatis tercatat tanpa perlu dihitung manual seperti pada uang tunai, itulah sebabnya pemantauan kas jadi lebih mudah bagi pelaku usaha kecil.
Sumber: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.





