Costive Rilis Single “Where the Ashes Hide”, Kisah Cinta Jadi Abu

Costive Rilis Single “Where the Ashes Hide”, Kisah Cinta Jadi Abu

Band emo asal Malang, Costive, merilis single terbaru berjudul “Where the Ashes Hide” pada akhir Oktober 2026 melalui label Haum Entertainment. Lagu beraliran alternatif-rock ini ditulis oleh Marcellino, gitaris rhythm Costive, dan mengangkat tema getirnya akhir sebuah hubungan yang menyisakan kenangan serta rasa kehilangan.

Costive sendiri beranggotakan Aldy (vokal), Poteh (lead guitar), Marcellino (rhythm guitar), Reyhan (bass), dan Ivan (drum). Dalam single ini, mereka menggunakan metafora perubahan musim, api yang padam, dan abu yang tersembunyi untuk menggambarkan seseorang yang perlahan berubah menjadi asing meski dulu begitu dekat.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Detail Kecil yang Membangun Suasana

Liriknya menonjolkan detail-detail kecil seperti ponsel yang tertelungkup, meja kosong, mantel yang tertinggal, hingga aroma bensin di udara. Detail-detail tersebut dipakai untuk membangun atmosfer perpisahan yang sunyi namun emosional. Marcellino menjelaskan bahwa lagu ini pada dasarnya berbicara tentang penerimaan, ketika seseorang yang dulu begitu dekat akhirnya menjadi orang asing.

Proses produksi “Where the Ashes Hide” berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026, digarap Costive bersama Marcellino di H4ze Studio. Rekaman drum dikerjakan Ivan di Virtuoso Music Studio Malang, sementara proses mixing dan mastering ditangani oleh Yudhistiro Lilo P. di W8 Project Studio.

Setelah perilisan single ini, Costive berencana melanjutkan produksi lagu-lagu baru sekaligus mengupayakan sejumlah penampilan di gigs lokal, di tengah kesibukan beberapa personelnya yang juga menjalankan usaha kuliner. Single ini sudah tersedia di berbagai penyedia layanan musik digital.

Catatan Redaksi. Emo dan alternatif-rock merujuk pada subgenre musik rock yang menonjolkan lirik emosional dan personal, biasanya seputar hubungan, kehilangan, atau pergolakan batin, berbeda dari rock mainstream yang lebih berfokus pada aransemen energik. Pembagian kerja produksi seperti rekaman terpisah untuk drum, lalu mixing dan mastering di studio berbeda, adalah praktik umum di industri musik independen agar setiap elemen suara bisa digarap dengan peralatan dan keahlian paling sesuai sebelum disatukan menjadi trek akhir.

Sumber: Haum Entertainment.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan