BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar Malioboro Beringharjo

BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar Malioboro Beringharjo
Ilustrasi (AI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Cik Diktiro menggelar kegiatan Grebek Pasar dan Kawasan Unggulan di Yogyakarta sebagai upaya mempercepat digitalisasi transaksi di kalangan pelaku usaha. Kegiatan ini menyasar sejumlah pusat ekonomi mulai dari pasar tradisional hingga kawasan wisata dan perdagangan.

Aktivitas edukasi ini dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan menjangkau kawasan Mangkubumi, Malioboro, dan Keraton. Pemetaan dilakukan di berbagai titik strategis seperti Tugu, Pasar Kranggan, Jalan Mangkubumi, Pasar Beringharjo, Sosrowijayan, Dagen, Pajeksan, hingga Pathuk untuk memahami karakteristik usaha dan kebutuhan transaksi di masing-masing wilayah.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Transaksi Sudah Bergerak Sejak Dini Hari

BRI mencatat bahwa roda ekonomi di pasar dan kawasan perdagangan sudah berjalan sejak dini hari, jauh sebelum sebagian masyarakat memulai aktivitas harian. Kondisi ini menjadi alasan pentingnya kemudahan transaksi digital bagi pedagang, pemasok, dan pembeli yang beraktivitas sejak pagi buta.

Branch Office Head BRI Cik Diktiro, Rizqi Darajat, mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan usaha dan ekosistem ekonomi masyarakat. Menurutnya, layanan digital membantu pelaku usaha bertransaksi lebih praktis sekaligus mempercepat perputaran uang.

Melalui pendekatan langsung kepada pedagang, BRI memperkenalkan manfaat layanan transaksi digital dan mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan. Pemetaan kawasan unggulan ini juga menjadi dasar bagi BRI untuk merancang pendekatan layanan yang lebih relevan sesuai karakteristik tiap wilayah.

Catatan Redaksi. Transaksi digital yang dimaksud umumnya mengacu pada pembayaran nontunai lewat QRIS atau mobile banking, yang memungkinkan pedagang menerima pembayaran tanpa uang tunai fisik dan otomatis tercatat di rekening. Bagi pasar tradisional, ini berbeda dari pencatatan manual karena arus kas bisa langsung berputar ke rekening untuk kebutuhan seperti modal kulakan ke pemasok, tanpa menunggu setoran tunai ke bank.

Sumber: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan