SCALECON 2027: Konferensi Agentic AI Digelar di Jakarta Januari

SCALECON 2027: Konferensi Agentic AI Digelar di Jakarta Januari
Ilustrasi (AI)

Perusahaan infrastruktur cloud Dewaweb mengumumkan penyelenggaraan SCALECON Jakarta 2027, konferensi bisnis dan teknologi bertema penerapan kecerdasan buatan secara nyata di lingkungan perusahaan. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2027 di Telkom Landmark Office, Jakarta, dengan target lebih dari 1.000 pemimpin bisnis dan teknologi dari berbagai sektor.

Mengusung tema “The Agentic Enterprise: From AI Experimentation to Real Business Execution”, konferensi ini ingin menjembatani kesenjangan antara antusiasme adopsi AI di Indonesia dan minimnya implementasi di level produksi. Penyelenggara menyoroti bahwa banyak perusahaan masih terjebak pada tahap uji coba AI tanpa berlanjut ke eksekusi operasional yang memberi dampak bisnis nyata.

Bacaan Lainnya

Fokus pada Implementasi, Bukan Sekadar Demo Teknologi

Berbeda dari konferensi teknologi yang umumnya menonjolkan demonstrasi kecanggihan produk, SCALECON 2027 mengklaim akan membahas hal-hal teknis dan strategis secara konkret, mulai dari arsitektur agen AI, tata kelola dan keamanan data, pola kolaborasi antara manusia dan agen AI, hingga cara mengukur return on investment (ROI) dari penerapan teknologi tersebut.

Edy Budiman, CEO Dewaweb dan pendiri SCALECON, mengatakan banyak bisnis di Indonesia sudah mencoba menerapkan Agentic AI namun belum memperoleh hasil maksimal. Menurutnya, acara ini dirancang untuk memberikan panduan strategis yang bisa langsung dieksekusi perusahaan, bukan sekadar forum inspirasi.

Selain sesi konferensi utama selama satu hari, rangkaian acara mencakup lokakarya sebelum hari pelaksanaan (pre-event workshop) dan program lanjutan setelah acara (post-event program) yang menyasar berbagai peran, mulai dari CEO, CIO, CTO, praktisi keamanan siber, hingga developer. Tiket SCALECON Jakarta 2027 sudah dibuka dalam beberapa kategori, yakni Community Pass, Builder Pass, dan VIP Pass.

Catatan Redaksi. Agentic AI merujuk pada sistem kecerdasan buatan yang bisa menjalankan serangkaian tugas secara mandiri, misalnya menganalisis data lalu mengambil keputusan atau tindakan lanjutan, berbeda dari chatbot biasa yang hanya menjawab satu permintaan sekaligus selesai. Banyak perusahaan disebut terjebak di tahap uji coba karena menjalankan agen AI butuh tata kelola data dan pengukuran ROI yang jelas, bukan cuma demo yang terlihat canggih tapi belum tentu menghemat biaya atau waktu kerja nyata.

Sumber: PT Dewaweb.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan