
Harga emas (XAUUSD) berpotensi menguat setelah membentuk pola Double Bottom pada grafik harian, menurut analisis teknikal yang dirilis Dupoin Futures. Pola ini terbentuk ketika harga menguji area bawah sebanyak dua kali, sebuah sinyal yang kerap menandakan melemahnya tekanan jual di pasar.
Level Kunci yang Perlu Dicermati
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut formasi tersebut sebagai sinyal yang patut diperhatikan pelaku pasar. Jika momentum kenaikan berlanjut, harga emas diproyeksikan bergerak menuju area resistance di kisaran US$4.276 hingga US$4.316. Di sisi lain, level US$4.171 dinilai menjadi support penting; selama harga bertahan di atas angka tersebut, peluang pembalikan ke tren bullish masih terbuka.
Baca juga:
- Harga Minyak WTI Diprediksi Turun ke US$86-88 Pekan Depan
- Harga Emas Hari Ini: Analis Prediksi Turun ke 4.109-4.086
Namun, apabila tekanan jual kembali menguat dan support tersebut tertembus, skenario penguatan perlu dievaluasi ulang.
Faktor Global yang Memengaruhi
Selain faktor teknikal, Dupoin Futures mencatat bahwa ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah berpotensi mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Pergerakan harga minyak turut disorot, karena penurunannya dapat meredakan kekhawatiran inflasi dan memengaruhi ekspektasi suku bunga serta imbal hasil obligasi AS.
Di sisi lain, penguatan dolar AS dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve tetap menjadi tantangan yang dapat membatasi kenaikan harga emas, karena emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Dupoin Futures mengingatkan bahwa analisis ini bersifat sebagai referensi untuk memahami dinamika pasar emas, bukan jaminan bahwa harga akan bergerak sesuai skenario yang diproyeksikan. Pelaku pasar disarankan tetap memantau perkembangan geopolitik, pergerakan dolar AS, data ekonomi AS, serta komunikasi The Fed.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





