
Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih menjadi sorotan pelaku pasar valuta asing, seiring tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) dan meningkatnya kekhawatiran atas potensi intervensi otoritas Jepang. Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia) dalam analisis terbarunya menyoroti pergerakan USDJPY pada timeframe H4 yang menunjukkan indikasi pelemahan setelah harga gagal ditutup di atas area supply 157.517–157.859.
Sinyal Teknikal Mengarah ke Koreksi
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kegagalan harga menembus area supply tersebut membuka ruang bagi koreksi lebih lanjut. Dalam skenario yang disebut ABC Correction, USDJPY berpotensi bergerak menuju area support di kisaran 156.598 hingga 155.927 apabila tekanan jual berlanjut dan harga tidak mampu kembali menembus zona resistance.
Yield Treasury Tinggi, Tapi Ekspektasi The Fed Melunak
Dari sisi fundamental, dolar AS masih mendapat dukungan dari tingginya imbal hasil Treasury. Reuters melaporkan yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menyentuh sekitar 5,29% pada perdagangan Selasa, level tertinggi sejak 2007. Namun, pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, yang menyebut bank sentral masih memiliki waktu untuk mengevaluasi data sebelum menaikkan suku bunga berikutnya, membuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober mereda dan berpotensi membatasi penguatan dolar lebih lanjut.
Risiko Intervensi Jepang Tetap Membayangi
Di sisi lain, tekanan terhadap yen turut menjadi perhatian otoritas Jepang setelah mata uang tersebut melemah melewati level 158 per dolar AS. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa prinsip koordinasi intervensi valuta asing antara Jepang dan Amerika Serikat tetap berlaku. Otoritas Jepang juga dilaporkan melakukan rate check, yang oleh pelaku pasar dipandang sebagai sinyal kesiapan menghadapi pergerakan yen yang berlebihan.
Dupoin Futures menilai kombinasi faktor tersebut—yield Treasury, arah kebijakan The Fed, serta sikap Bank of Japan dan Kementerian Keuangan Jepang—berpotensi menjaga volatilitas USDJPY tetap tinggi. Level 157.517–157.859 dan 156.598–155.927 disebut sebagai area teknikal penting yang perlu dicermati pelaku pasar dalam perdagangan ke depan.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





