
Halo Robotics memperkenalkan konsep intrusion detection system drone, sebuah sistem keamanan yang menghubungkan sensor perimeter dengan drone otomatis untuk merespons ancaman secara cepat. Saat alarm dari sensor, radar, atau analitik kamera terpicu, drone yang siaga di stasiun pengisian daya (dock) langsung terbang sendiri ke titik kejadian tanpa perlu pilot di lokasi.
Sistem ini menyasar masalah klasik pengamanan kawasan luas seperti industri, pelabuhan, gudang, dan perkebunan. Kamera CCTV konvensional hanya menjangkau sudut tetap dan menyisakan titik buta di antar kamera, sementara petugas patroli butuh waktu untuk mencapai titik terjauh. Akibatnya, penyusup kerap sudah kabur begitu petugas tiba di lokasi.
Cara Kerja Sistem
Begitu pelanggaran batas terdeteksi, drone yang tersimpan di dock lepas landas secara otomatis menuju koordinat alarm. Kamera zoom dan kamera thermal mengirim video langsung ke ruang kendali sehingga tim keamanan bisa menilai dalam hitungan detik apakah ancaman itu nyata. Setelah tugas selesai, drone kembali ke dock dan mengisi daya sendiri, sementara keputusan tindakan tetap berada di tangan tim keamanan manusia.
Konfigurasi yang digunakan memadukan DJI Dock 3 dengan drone DJI Matrice 4TD, yang dilengkapi kamera thermal radiometrik beresolusi 640 x 512 piksel untuk membaca sekaligus mengukur suhu panas manusia dan kendaraan dalam gelap, ditambah lampu bantu inframerah dan pemrosesan AI untuk operasi malam. Dock dapat dipasang permanen di atap gedung atau menara untuk area berbatas tetap seperti pelabuhan dan gudang, atau dipasang pada kendaraan untuk area luas yang berubah-ubah seperti konsesi perkebunan dan tambang. Seluruh data ditampilkan lewat platform DJI FlightHub 2 yang bisa diintegrasikan ke CCTV, VMS, atau command center yang sudah berjalan.
Dibanding kombinasi CCTV statis dan patroli manual, sistem ini mampu menutup seluruh perimeter dalam radius operasi dock dari udara, siang maupun malam. Biaya awal investasinya relatif tinggi karena mencakup dock, drone, dan integrasi sistem, namun biaya operasional harian tergolong rendah karena drone mengisi daya sendiri. Meski begitu, cuaca ekstrem dan aturan izin terbang tetap membatasi operasi, dan tindakan fisik di lapangan tetap memerlukan tim darat.
Catatan Redaksi. Kamera thermal radiometrik berbeda dari kamera termal biasa karena tiap piksel menyimpan nilai suhu terukur, bukan sekadar gradasi warna, sehingga sistem bisa otomatis membedakan suhu tubuh manusia dari latar sekitar. Konsep ‘drone in a box’, drone siaga di dock dan lepas landas otomatis saat alarm terpicu, sudah jadi pendekatan umum di industri keamanan untuk menutup titik buta CCTV pada kawasan luas.
Sumber: Halo Robotics.





