
Skutik Yamaha NMAX kembali menjadi bahan perbincangan di media sosial, terutama melalui unggahan akun social-first dan konten warganet di Instagram. Perhatian publik kali ini turut mengarah pada generasi terbaru model tersebut yang mengusung julukan “Turbo”.
Meski memakai nama “Turbo”, teknologi ini tidak berkaitan dengan turbocharger seperti pada mesin mobil. Yamaha menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan sensasi akselerasi dari sistem Yamaha Electric Continuously Variable Transmission (YECVT), yang mengganti kerja mekanis CVT konvensional dengan aktuator elektrik dan kontrol elektronik.
Dua Mode Berkendara dan Fitur Y-Shift
Melalui YECVT, pengendara bisa memilih T-Mode untuk karakter berkendara yang halus di penggunaan harian, atau S-Mode untuk respons akselerasi yang lebih agresif. Yamaha juga membekali NMAX “Turbo” dengan fitur Y-Shift yang memungkinkan pengendara mengatur tiga tingkat akselerasi maupun deselerasi, misalnya saat mendahului kendaraan lain atau memasuki tikungan dan jalan menurun.
Karakter Premium dan Kenyamanan Tetap Dipertahankan
Di luar sisi teknologi, Yamaha tetap mempertahankan identitas NMAX sebagai skutik premium dengan dimensi bodi besar, posisi duduk rileks, serta pijakan kaki yang luas. Pada varian TECH MAX, kesan premium diperkuat lewat TFT display, konektivitas, dan sistem navigasi. Kombinasi ini membuat NMAX kerap dipakai baik untuk mobilitas harian di tengah kemacetan kota maupun perjalanan jarak jauh di akhir pekan.
Rentang Harga
Berdasarkan harga rekomendasi untuk wilayah Jakarta, Yamaha NMAX “Turbo” dibanderol mulai Rp39.465.000 OTR. Varian dengan fitur lebih lengkap dipatok lebih tinggi: TECH MAX seharga Rp44.965.000, TECH MAX Special Livery Rp45.365.000, dan TECH MAX Ultimate Rp46.945.000 OTR Jakarta. Harga dapat berbeda di tiap wilayah tergantung kebijakan dealer setempat.
Catatan Redaksi. CVT konvensional pada skutik bekerja lewat gaya sentrifugal dan sabuk yang bergerak mengikuti putaran mesin secara mekanis murni. Pada YECVT, aktuator elektrik dan kontrol elektronik mengambil alih pengaturan rasio transmisi itu, sehingga perpindahannya bisa diprogram menjadi beberapa karakter berkendara seperti T-Mode dan S-Mode, sesuatu yang sulit dilakukan pada CVT mekanis biasa.
Sumber: Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.





