
Saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) melemah pada perdagangan awal pekan ini, setelah sejumlah pemimpin industri teknologi menyerukan pendekatan yang lebih hati-hati dalam pengembangan AI. Perubahan sentimen ini membuat investor kembali mempertanyakan kecepatan investasi di sektor tersebut serta keberlanjutan belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI.
Saham Chip Paling Terpukul
Menurut laporan Yahoo Finance, aksi jual paling terasa pada saham produsen semikonduktor yang menjadi pemasok utama infrastruktur AI. Nvidia tercatat turun sekitar 3,4 persen, sementara AMD dan Micron juga ikut melemah. Indeks Philadelphia Semiconductor bahkan anjlok sekitar 5,2 persen dalam sehari.
Peringatan dari Bos Anthropic dan OpenAI
Pemicu utama pergerakan pasar adalah pernyataan CEO Anthropic Dario Amodei yang menyerukan agar pengembangan AI generasi terdepan (frontier) dilakukan lebih hati-hati, mengingat kemampuan teknologi ini berkembang sangat cepat tanpa diimbangi sistem pengawasan yang memadai. Senada, CEO OpenAI Sam Altman menyoroti perlunya evaluasi keamanan yang lebih independen terhadap model AI, sementara Elon Musk turut menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengembangan teknologi tersebut.
Reuters melaporkan belanja terkait AI diperkirakan mencapai sekitar 795 miliar dolar AS pada 2026 dan berpotensi menembus 1 triliun dolar AS pada 2027. Besarnya angka ini membuat investor semakin mencermati apakah tingkat belanja tersebut sepadan dengan pertumbuhan pendapatan yang dihasilkan, terutama jika ritme pengembangan model AI melambat.
Valuasi Saham Teknologi Mulai Dikoreksi
MarketWatch mencatat saham teknologi kini diperdagangkan sekitar 21 kali estimasi laba ke depan, turun dari sekitar 32 kali pada Oktober 2025, meski estimasi laba sektor ini masih terus meningkat. Kondisi ini menunjukkan koreksi harga saat ini lebih dipicu oleh perubahan ekspektasi pasar ketimbang perubahan fundamental. Di sisi lain, sejumlah perusahaan software dan keamanan siber justru mulai mendapat perhatian investor seiring pergeseran fokus dari pembangunan infrastruktur menuju penerapan AI yang lebih aman di level perusahaan.
Catatan Redaksi. Rasio harga terhadap laba (P/E) yang turun dari 32 kali menjadi 21 kali berarti investor kini bersedia membayar lebih sedikit untuk setiap dolar laba yang sama, biasanya karena ekspektasi pertumbuhan ke depan direvisi turun, bukan karena kinerja perusahaan memburuk. Istilah ‘frontier AI’ sendiri merujuk pada model AI paling mutakhir yang kemampuannya melampaui generasi sebelumnya, sehingga risikonya juga dianggap belum sepenuhnya terpetakan oleh sistem pengawasan yang ada.
Sumber: Nanovest.





