THINC Indonesia 2026: Destinasi Leisure Baru jadi Sorotan di Bali

THINC Indonesia 2026: Destinasi Leisure Baru jadi Sorotan di Bali
Ilustrasi (AI)

Industri hospitality dan real estate mewah di Indonesia tengah memasuki babak baru. Dalam forum THINC Indonesia edisi ke-11 yang berlangsung pada 9-10 September 2026 di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, para pemimpin industri membahas berbagai kekuatan yang membentuk ulang lanskap pariwisata dan properti mewah di Tanah Air.

Salah satu topik utama yang mengemuka adalah potensi destinasi leisure di luar pusat-pusat wisata yang sudah mapan seperti Bali. Perkembangan infrastruktur di berbagai wilayah kepulauan, dipadukan dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap privasi dan pengalaman autentik, membuka peluang bagi lokasi-lokasi baru untuk menjadi destinasi mewah dengan identitas tersendiri.

Bacaan Lainnya

Desain Jadi Bagian dari Identitas Destinasi

Diskusi panel bertajuk “Leisure: Where are the New Destinations” menyoroti bagaimana destinasi sekunder dan tersier dapat membangun daya tarik lewat konsep hospitality yang terkurasi serta identitas yang kuat. Arsitektur dan desain interior kini menjadi bagian dari strategi sebuah destinasi untuk menonjol, termasuk lewat kemitraan dengan rumah mode maupun brand otomotif ternama.

Gianfranco Bianchi, Founder dan CEO Italian Atelier yang juga menjabat Chief Commercial Officer dan General Manager Asia Pacific The One Atelier, menekankan bahwa kurasi desain yang matang dan kemitraan brand yang tepat dapat memberi identitas khas sekaligus daya tarik komersial bagi destinasi yang sedang berkembang. Sementara itu, Javier Salgado, Executive Vice President Nilamani Hotels yang bertindak sebagai moderator panel, menyoroti tantangan operator hospitality dalam menyeimbangkan standar layanan global dengan karakter lokal setiap destinasi baru.

Italian Atelier sendiri telah lebih dari satu dekade merepresentasikan puluhan brand furniture dan desain asal Eropa di kawasan Asia-Pasifik, dengan kantor di Singapura, Mumbai, Shanghai, Ho Chi Minh City, Jakarta, dan Phnom Penh. Adapun The One Atelier memiliki portofolio kolaborasi dengan sejumlah brand global seperti Armani, Aston Martin, Bentley, hingga Ralph Lauren, dengan lebih dari 25 proyek hotel, residensial, dan vila mewah dalam pipeline globalnya.

Forum ini menegaskan bahwa masa depan destinasi leisure di Indonesia tidak lagi ditentukan semata oleh lokasi geografis, melainkan oleh sejauh mana sebuah tempat mampu diterjemahkan menjadi pengalaman dan identitas yang khas bagi wisatawan kelas atas.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers Italian Atelier, perusahaan representasi desain yang CEO-nya dikutip sebagai pembicara dan yang portofolio proyek The One Atelier turut ditonjolkan di dalamnya. Praktik menggandeng rumah mode atau merek otomotif untuk mendesain hotel dan residensial, dikenal sebagai branded residences, sudah lazim di pasar properti mewah global karena nama brand dapat menaikkan nilai jual dan mempercepat pengenalan sebuah destinasi baru.

Sumber: Italian Atelier.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan