Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Ekspor-Impor Jateng

Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Ekspor-Impor Jateng

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah. Desakan ini mengemuka dalam forum diskusi bertema pengembangan Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang yang digelar Pelindo Terminal Petikemas di Semarang, Kamis (10/9/2026).

Ketua Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat Jateng-DIY, Jarot Wibowo, mengatakan pihaknya sejak 2024 telah berkomunikasi dengan Bea Cukai dan Pemerintah Provinsi Jateng agar Tanjung Emas segera dikembangkan menjadi pelabuhan utama. Ia khawatir keterbatasan kapasitas justru membuat pelaku usaha mengalihkan aktivitas logistiknya ke Tanjung Priok atau Tanjung Perak. Selain perluasan terminal, ia menyoroti kebutuhan tempat penimbunan sementara untuk mengurai kepadatan kontainer, apalagi tenggat pengiriman dari buyer kini menyusut dari 150 hari menjadi sekitar 75 hari.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Tantangan Kedalaman Alur dan Kolam Pelabuhan

Manager PT CMA-CGM Surabaya-Semarang, Efraim Zakka, menilai pertumbuhan pasar jauh lebih cepat dibanding penambahan sarana pelabuhan sehingga kapasitas lapangan kontainer perlu diperbesar. Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko, menambahkan bahwa alur pelayaran dan kolam pelabuhan perlu dikeruk serta dermaga diperpanjang agar kapal dengan bobot lebih besar dapat bersandar. Senada, Ketua ALFI/ILFA Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko, mendorong TPK Semarang menetapkan target bertahap, yakni mampu melayani 1,2 juta TEUs pada 2030 atau setara rata-rata 100 ribu TEUs per bulan.

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan forum tersebut digelar untuk menyerap masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk antisipasi pertumbuhan kawasan industri baru seperti di Kabupaten Batang. Ia menyebut TPK Semarang baru saja mendapat tambahan empat crane untuk mendongkrak kapasitas layanan, namun perencanaan jangka panjang tetap diperlukan.

Data Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas TPK Semarang tumbuh 16% pada periode 2023-2025 dan sekitar 9% pada 2026, dengan realisasi 2025 mencapai 1 juta TEUs. Hingga Agustus 2026, arus peti kemas tercatat 698.500 TEUs atau tumbuh 5,53% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Arus ekspor naik 8,88% menjadi 316.159 TEUs, sementara arus impor tumbuh 8,14% menjadi 309.128 TEUs.

Catatan Redaksi. TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) adalah satuan standar untuk menghitung volume peti kemas, dipakai di seluruh dunia agar kapasitas pelabuhan bisa dibandingkan meski ukuran kontainer berbeda-beda. Sementara itu, kawasan berikat adalah wilayah khusus tempat barang impor bisa disimpan atau diolah tanpa langsung dikenai bea masuk, sehingga kedekatannya dengan pelabuhan yang efisien sangat memengaruhi kecepatan arus ekspor-impor sebuah daerah.

Sumber: Pelindo Terminal Petikemas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan