Tur Es Hanyut Hokkaido 2027: Menangkan Penghargaan Menteri Jepang

Tur Es Hanyut Hokkaido 2027: Menangkan Penghargaan Menteri Jepang

Perusahaan biro perjalanan asal Jepang, Club Tourism International Inc., membuka penjualan internasional untuk paket wisata es hanyut (drift ice) di Hokkaido musim dingin 2027. Langkah ini menyusul penghargaan bergengsi yang diraih perusahaan dari Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) pada ajang Tour Grand Prix 2026.

Paket wisata dua hari ini dirancang sebagai perjalanan bersama antara wisatawan Jepang dan mancanegara dalam satu itinerary yang sama. Konsep ini dinilai juri berhasil menciptakan interaksi lintas budaya lewat dukungan multibahasa, sekaligus memudahkan akses ke kawasan Shiretoko dan Abashiri yang sulit dijangkau secara mandiri saat musim dingin.

Tujuh Titik Wisata Es Hanyut

Selama dua hari perjalanan, peserta diajak menikmati tujuh momen utama seputar es hanyut, mulai dari panorama dari Gunung Tento, pengalaman menyentuh langsung es hanyut di Shari, hingga pemandangan dari kolam pemandian air panas Hotel Shiretoko Daiichi. Rute juga mencakup Air Terjun Oshinkoshin, Stasiun Kitahama yang dikenal sebagai stasiun kereta terdekat dengan es hanyut, area istirahat Ryuhyo-kaido Abashiri, hingga pelayaran kapal pemecah es Aurora untuk melihat es hanyut dari jarak dekat.

Peserta akan menginap di Hotel Shiretoko Daiichi, salah satu hotel resor terkemuka di kawasan Shiretoko, sambil menikmati pemandian air panas dan hidangan khas Hokkaido. Pemesanan dapat dilakukan langsung melalui situs multibahasa resmi Club Tourism, dengan jadwal keberangkatan tersedia mulai akhir Januari hingga awal Maret 2027.

Manajemen Club Tourism menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas upaya perusahaan menghubungkan wisatawan dari berbagai negara dengan daya tarik unik di seluruh Jepang. Perusahaan berencana terus memperluas promosi ke pasar Asia Timur dan Asia Tenggara melalui situs resmi multibahasanya.

Catatan Redaksi. Es hanyut atau drift ice adalah bongkahan es laut yang terbentuk dari air Sungai Amur di Rusia, terbawa arus ke perairan Laut Okhotsk, lalu mendarat di pesisir timur laut Hokkaido setiap musim dingin, biasanya Januari hingga Maret. Fenomena inilah yang membuat kawasan Shiretoko dan Abashiri ramai dikunjungi hanya pada rentang waktu tertentu, sekaligus menjelaskan mengapa akses ke sana lebih mudah lewat tur terorganisir ketimbang perjalanan mandiri saat cuaca ekstrem.

Sumber: Club Tourism International Inc.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan