
Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar Parents Gathering di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026. Acara ini mempertemukan orang tua mahasiswa baru dengan jajaran pimpinan universitas untuk membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani masa perkuliahan.
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menegaskan bahwa masuknya mahasiswa ke UPH menjadi awal hubungan yang lebih luas antara universitas dan keluarga. Ia menyampaikan komitmen UPH untuk memberikan pendidikan yang membangun kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter mahasiswa berdasarkan iman dan nilai-nilai luhur. Acara juga diisi dengan pengenalan jajaran pimpinan universitas dan fakultas kepada para orang tua.
Peran Orang Tua Diminta Bergeser Jadi Mentor
Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean of College of Arts and Social Sciences sekaligus Dekan Fakultas Hukum UPH, menyoroti pentingnya kemitraan keluarga dan universitas. Menurutnya, peran orang tua perlu bergeser dari mengatur setiap keputusan anak menjadi mentor yang tahu kapan harus mendengarkan dan memberi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara mandiri.
Pendidikan di Tengah Perkembangan AI
Founder and Trustee Chair UPH, Dr. (H.C.) James T. Riady, menyoroti pengaruh perkembangan artificial intelligence (AI) dan robotika terhadap cara belajar dan bekerja. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga perlu memahami tujuan hidup mereka agar mampu menggunakan teknologi sebagai alat untuk memberi dampak positif bagi masyarakat.
Sejumlah orang tua turut membagikan pandangan mereka. David Martandi, ayah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menilai kualitas pendidikan UPH terlihat dari lingkungan yang mendorong pengembangan diri dan jaringan yang relevan dengan dunia kerja. Sementara itu, Uliya Ariani, ibu mahasiswa Fakultas Hukum, menyebut UPH tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi juga membentuk karakter dan kedewasaan mahasiswa dalam bersosialisasi.
Catatan Redaksi. Pergeseran peran orang tua yang disinggung dalam acara ini dikenal luas di dunia pendidikan tinggi sebagai lawan dari pola asuh yang terlalu mengatur, kerap disebut helicopter parenting, yang penelitian pendidikan kaitkan dengan lambatnya kemandirian mahasiswa mengambil keputusan. Acara semacam Parents Gathering lazim diadakan universitas saat masa orientasi mahasiswa baru agar orang tua memahami batas keterlibatan yang tepat selama masa kuliah.
Sumber: Universitas Pelita Harapan.





