Asuransi Perjalanan Indonesia: Beli H-2, 92% Utamakan Medis

Asuransi Perjalanan Indonesia: Beli H-2, 92% Utamakan Medis
Ilustrasi (AI)

Kebiasaan masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan ternyata masih sangat mepet dengan jadwal keberangkatan. Berdasarkan data transaksi sepanjang 2025 di platform igloo.co.id, perusahaan insurtech Igloo mencatat median waktu antara pelanggan menerima penawaran dan waktu keberangkatan hanya dua hari, bahkan 30% polis dibeli tepat pada hari keberangkatan.

Dari sisi jenis perlindungan, perlindungan medis menjadi pertimbangan utama bagi 92% pelanggan, jauh di atas perlindungan kecelakaan fatal (62%), keterlambatan perjalanan (61%), kehilangan barang (60%), dan keterlambatan bagasi (54%). Sebaliknya, perlindungan Covid-19 kini berada di posisi paling bawah dengan hanya 23%, setelah sebelumnya sempat jadi fitur andalan produk asuransi perjalanan.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Jepang dan Malang Jadi Destinasi Favorit

Untuk tujuan internasional, Jepang menjadi destinasi terpopuler dengan pangsa 26% dari total polis dan premi rata-rata USD 32, disusul China dan Malaysia (masing-masing 11%), Singapura (10%), serta Thailand (9%). Sementara untuk perjalanan domestik, Malang memimpin dengan 31% dari total polis, diikuti Bandung dan Denpasar yang masing-masing menyumbang 15%. Penjualan asuransi perjalanan memuncak pada November, tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan, seiring meningkatnya aktivitas liburan akhir tahun.

Voucher dan Pelanggan Setia Dorong Konversi

Penawaran yang disertai kode voucher memiliki tingkat konversi hingga 97%, jauh di atas 51% untuk penawaran tanpa voucher. Loyalitas pelanggan juga terlihat kuat: 41% pelanggan tercatat sudah membeli asuransi perjalanan setidaknya dua kali, dengan rata-rata empat polis per pelanggan, dan membayar premi 31% lebih tinggi dibanding pembeli baru.

Co-Founder dan CEO Igloo, Raunak Mehta, menilai pola pembelian last-minute ini menunjukkan asuransi perjalanan belum jadi bagian dari perencanaan perjalanan masyarakat. “Customer journey harus cukup singkat untuk dipahami dan diselesaikan lewat perangkat mobile hanya dalam beberapa menit,” ujarnya. Hal ini melatarbelakangi peluncuran Igi, asisten AI end-to-end yang dirilis Igloo pada Juni 2026 untuk memandu pengguna dari pemilihan destinasi hingga penerbitan polis dalam satu percakapan. Igloo mengklaim pengguna yang berinteraksi dengan Igi memiliki peluang 44% lebih tinggi menyelesaikan pembelian dibanding yang hanya mengakses situs web biasa.

Sumber: Igloo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan