
PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) kembali mencatatkan pencapaian di proyek kereta listrik East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia. Perusahaan ini berhasil melakukan energize jaringan Underground Cable (UGC) di Feeder Station ECRL FS 02, Seberang Jertih, pada 30 April 2026.
Jalur kabel bawah tanah pada proyek ini membentang sepanjang 10 kilometer, menjadikannya yang terpanjang di antara seluruh Feeder Station ECRL yang digarap PLN NPC di Malaysia. Kabel bawah tanah tersebut berfungsi menyalurkan listrik secara aman untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, bisnis, penerangan jalan, hingga operasional kereta listrik.
Baca juga:
- PM India Narendra Modi Akhiri Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia, Lanjutkan Lawatan ke Australia
- Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Resmi Dimulai di Tangerang
Perhatian pada Aspek Lingkungan
Dalam pelaksanaannya, PLN NPC turut menyusun Environmental Management Plan (EMP) atau Rencana Pengelolaan Lingkungan yang memuat langkah mitigasi dan pemantauan dampak lingkungan maupun sosial selama proyek berlangsung. Berkat kombinasi kinerja teknis dan kepatuhan tersebut, proyek FS 02 mendapat apresiasi rating Bintang 5 dari Tenaga Switchgear (TSG), yang menandakan pemenuhan standar keselamatan dan kualitas engineering.
Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria, menyebut pencapaian ini sebagai bukti komitmen perusahaan menghadirkan infrastruktur kelistrikan berstandar internasional. Ia menegaskan keberhasilan tersebut tak lepas dari penerapan aspek keselamatan, kualitas engineering, dan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi di setiap tahap proyek.
Sebelumnya, PLN NPC juga telah merampungkan energize Substation ECRL FS 02 di Seberang Jertih, FS 01 di Tunjung Kelantan, serta FS 09 di Jambu Rias. ECRL sendiri merupakan proyek kereta listrik untuk penumpang dan kargo yang diproyeksikan memperkuat konektivitas antara Pantai Timur dan wilayah tengah Semenanjung Malaysia.
Catatan Redaksi. ‘Energize’ adalah tahap pertama kali jaringan kabel yang baru dipasang mulai dialiri listrik, biasanya setelah melalui rangkaian pengujian karena kesalahan instalasi pada kabel bertegangan tinggi bisa berisiko besar. Kabel bawah tanah sendiri umumnya dipilih ketimbang saluran udara karena lebih tahan cuaca dan tidak mengganggu tata ruang di permukaan, meski biaya pemasangan dan perbaikannya lebih tinggi dibanding jaringan udara.
Sumber: PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC).





