LRT Jabodebek Catat Emisi 15 Gram CO2e per Km Penumpang

LRT Jabodebek Catat Emisi 15 Gram CO2e per Km Penumpang
Ilustrasi (AI)

Kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus meningkat mendorong pentingnya moda transportasi yang tak hanya efisien, tapi juga ramah lingkungan. LRT Jabodebek diklaim menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut, mengingat seluruh rangkaian keretanya digerakkan oleh tenaga listrik.

Jejak Karbon Lebih Rendah

Berdasarkan penelitian Ametis Institute, perjalanan dengan LRT Jabodebek rata-rata hanya menghasilkan 15 gram CO2e per penumpang per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan sepeda motor konvensional di bawah 250 cc (37 gram), mobil listrik (33 gram), maupun mobil konvensional 1.000-2.000 cc (31 gram CO2e per orang per kilometer).

Bacaan Lainnya

Panel Surya di Gedung Operasional

Selain dari sisi armada, aspek keberlanjutan juga diterapkan pada fasilitas pendukung. Gedung Divisi LRT Jabodebek dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 60 kWp di atapnya, yang diklaim mampu menghemat konsumsi listrik gedung hingga 15 persen.

Air Cucian Kereta Didaur Ulang

Proses pencucian kereta juga dirancang agar tidak boros air. Fasilitas Automatic Train Washing Plant (ATWP) yang terintegrasi dengan Water Treatment Plant (WTP) mengolah air bekas cucian melalui pemisahan lumpur dan oli sebelum sebagian digunakan kembali. Dari kebutuhan sekitar 973 liter air untuk mencuci satu rangkaian kereta, sekitar 309 liter di antaranya berasal dari air daur ulang. Sepanjang semester I 2026, penggunaan air daur ulang ini disebut telah menggantikan sekitar 293.859 liter kebutuhan air bersih.

Peran Pengguna

LRT Jabodebek juga menyediakan water station gratis di seluruh stasiun agar pengguna dapat mengisi ulang air minum dengan wadah pribadi, sebagai upaya mengurangi konsumsi botol plastik sekali pakai. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan transportasi publik tidak hanya bergantung pada teknologi kereta, tetapi juga pengelolaan energi, air, dan kebiasaan penggunanya.

Catatan Redaksi. CO2e atau karbon dioksida ekuivalen adalah satuan yang menyetarakan berbagai gas rumah kaca ke dampak pemanasan globalnya seperti CO2, sehingga emisi dari sumber berbeda bisa dibandingkan dalam satu angka. Perbandingan per penumpang per kilometer ini penting karena kereta mengangkut banyak orang sekaligus, sehingga emisi listrik yang dipakai terbagi ke lebih banyak penumpang dibanding kendaraan pribadi yang biasanya hanya membawa satu atau dua orang.

Sumber: LRT Jabodebek.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan