Tren Wedding Weekend 2026: Pasangan Urban Tinggalkan Resepsi 2 Jam

Tren Wedding Weekend 2026: Pasangan Urban Tinggalkan Resepsi 2 Jam

Format resepsi pernikahan konvensional yang biasanya hanya berlangsung 2-3 jam dan terasa terburu-buru kini mulai ditinggalkan sebagian pasangan urban di Indonesia. Sebagai gantinya, konsep wedding weekend—rangkaian perayaan multi-hari yang menggabungkan akomodasi, seremoni inti, dan waktu santai bersama keluarga serta sahabat di satu lokasi—makin diminati.

Pergeseran ini sejalan dengan Wedding Trend Survey Report 2025 yang dirilis platform industri Bridestory berdasarkan tanggapan 5.000 calon pengantin. Survei tersebut mencatat 42% pasangan kini memilih jumlah tamu menengah, sekitar 101 hingga 300 orang, demi suasana yang lebih hangat dan personal. Sementara itu, 13,6% responden secara spesifik berencana menggelar destination atau staycation wedding di kawasan penyangga seperti Bogor, Bandung, dan Bali, seiring meningkatnya minat terhadap venue outdoor dan resort yang mulai menggeser dominasi ballroom di pusat kota.

Bacaan Lainnya

Berbeda dari pesta di gedung atau hotel transit yang mengharuskan tamu berpindah lokasi dalam waktu singkat, format wedding weekend umumnya dirancang selama dua hingga tiga hari. Rangkaian acara bisa dimulai dari welcome dinner santai, dilanjutkan prosesi inti keesokan harinya, hingga sesi sarapan perpisahan sebelum tamu check-out.

Tantangan Logistik di Balik Konsep Santai

Meski menawarkan pengalaman yang lebih berkesan, kompleksitas penyelenggaraannya disebut jauh lebih tinggi dibanding pesta semalam. Rina Kusuma, perwakilan Asosiasi Pengusaha Jasa Penyelenggara Pernikahan (APPGINDO), menilai tantangan utama bukan pada dekorasi, melainkan pengaturan akomodasi—mulai dari distribusi kamar, titik kumpul keluarga dari luar kota, akses vendor, hingga rencana cadangan bila cuaca hujan. Menurutnya, tanpa informasi yang terpadu, tamu tetap bisa kebingungan meski menginap di venue yang sama.

Resort di Kawasan Penyangga Jadi Pilihan

Tren ini turut mendongkrak popularitas resort di wilayah sejuk yang mudah dijangkau dari Jakarta, salah satunya kawasan Rancamaya di Bogor Selatan yang dekat dengan akses tol Jagorawi namun menawarkan suasana pegunungan. Amanuba Hotel & Resort Rancamaya, misalnya, mengoptimalkan ruang perayaan semi-terbuka dan kamar residensial agar pasangan dapat mengelola seluruh rangkaian acara—dari prosesi pra-nikah hingga istirahat keluarga—dalam satu lokasi tanpa perlu berpindah tempat.

Catatan Redaksi. Format wedding weekend berbeda dari resepsi konvensional karena tamu menginap di lokasi yang sama selama beberapa hari, sehingga penyelenggara harus mengurus akomodasi seperti hotel, bukan sekadar dekorasi dan katering seperti pesta semalam. Karena itu kompleksitasnya bergeser dari urusan seremoni ke manajemen logistik, mulai dari alokasi kamar, transportasi tamu dari luar kota, sampai rencana cadangan cuaca, mirip pengelolaan acara MICE atau retreat keluarga besar.

Sumber: Liberta Hotel International (Amanuba Hotel & Resort Rancamaya).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan