
Gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 sempat berdampak pada masyarakat dan infrastruktur di sejumlah daerah. Di tengah proses pemulihan, PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic memastikan layanan konektivitasnya di kawasan itu tetap beroperasi normal.
Perusahaan penyedia infrastruktur jaringan ini menyebut layanan di wilayah NTB hingga NTT tidak mengalami gangguan pascagempa. Kestabilan tersebut ditopang oleh jaringan backbone yang terproteksi melalui kombinasi kabel laut dan kabel darat, sehingga apabila salah satu jalur bermasalah, jalur lain dapat menggantikan fungsinya. Tim MoraRepublic juga melakukan pemantauan jaringan secara real-time untuk menjaga performa dan kualitas layanan.
Trafik Meningkat, Tetap Terkendali
Kebutuhan konektivitas di NTT meningkat pascagempa, termasuk permintaan tambahan dari operator telekomunikasi lain yang jaringannya turut terdampak. MoraRepublic menyatakan lonjakan trafik pada jalur backbone tersebut masih dapat dikelola dengan baik sehingga layanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal.
Bantuan Sembako untuk Empat Wilayah
Selain menjaga konektivitas, MoraRepublic turut menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak di empat wilayah, yakni Labuan Bajo, Ruteng, Bajawa, dan Ende. Chief Executive Officer MoraRepublic, Timotius Max Sulaiman, mengatakan dukungan perusahaan tidak hanya berupa keberlangsungan jaringan, tetapi juga kepedulian langsung terhadap warga yang membutuhkan bantuan selama masa pemulihan.
MoraRepublic menyatakan akan terus memantau kondisi jaringan di wilayah operasionalnya sekaligus mempertahankan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia, khususnya saat terjadi situasi darurat seperti bencana alam.
Catatan Redaksi. Skema jaringan backbone dengan jalur kabel laut dan kabel darat yang saling cadangan disebut redundansi. Jika satu jalur putus, misalnya akibat gempa, trafik otomatis dialihkan ke jalur lain sehingga layanan tidak terhenti total. Inilah sebabnya penyedia infrastruktur jaringan besar umumnya membangun lebih dari satu jalur fisik untuk rute yang sama, terutama di wilayah rawan bencana seperti NTT.
Sumber: MoraRepublic (PT Ekamas Mora Republik Tbk).





