
Universitas Terbuka (UT) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk sistem kuliah jarak jauh atau kuliah online. Sebagai perguruan tinggi negeri yang sejak awal berdiri mengusung sistem pendidikan terbuka, UT dikenal sebagai salah satu pionir kuliah online di Indonesia, jauh sebelum tren pembelajaran daring berkembang luas seperti sekarang.
Sistem ini ditujukan bagi calon mahasiswa yang kesulitan mengikuti kuliah konvensional karena harus bekerja, tinggal jauh dari pusat kota, memiliki tanggung jawab keluarga, atau membutuhkan jadwal belajar yang fleksibel. Perkuliahan dapat diikuti dari mana saja tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari.
Jumlah Mahasiswa dan Biaya Pendaftaran
UT mengklaim memiliki 768.248 mahasiswa aktif, menjadikannya kampus dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia. Untuk pendaftaran, biaya jalur umum ditetapkan Rp100.000, sedangkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebesar Rp500.000 yang sudah termasuk biaya RPL.
Untuk program Diploma dan Sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Sains dan Teknologi, serta Keguruan dan Ilmu Pendidikan, biaya paket tanpa tutorial tatap muka mulai dari Rp1.150.000 per semester untuk Diploma dan Rp1.300.000 per semester untuk Sarjana. Skema non-paket dihitung per satuan kredit semester (SKS), mulai dari Rp35.000 hingga Rp120.000 per SKS.
Sementara untuk jenjang pascasarjana, biaya admisi program Magister sebesar Rp750.000 dengan uang kuliah Rp8.500.000, sedangkan program Doktoral memiliki biaya admisi Rp1.000.000 dan uang kuliah Rp12.500.000.
Informasi lebih lanjut mengenai program studi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi UT di ut.ac.id.
Catatan Redaksi. Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL adalah mekanisme pengakuan atas pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki calon mahasiswa dari pengalaman kerja atau pelatihan sebelumnya, sehingga sebagian mata kuliah bisa diakui setara tanpa harus ditempuh ulang. Sementara itu, biaya non-paket yang dihitung per SKS (satuan kredit semester) memungkinkan mahasiswa membayar sesuai jumlah mata kuliah yang diambil per semester, berbeda dengan skema paket yang tarifnya tetap terlepas dari jumlah beban studi.
Sumber: Universitas Terbuka.





