
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), terus melanjutkan pekerjaan preservasi di sejumlah ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group. Pekerjaan ini dilakukan untuk menjaga kondisi perkerasan jalan tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus memastikan perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa preservasi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan jalan tol. Beban lalu lintas yang tinggi, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Overloading (ODOL), disebut dapat mempercepat penurunan kualitas perkerasan sehingga pekerjaan pemeliharaan perlu dilakukan secara berkala.
Dikerjakan Malam Hari, Mengacu Aturan Pemerintah
Untuk meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas, mayoritas pekerjaan preservasi dilaksanakan pada malam hingga dini hari saat volume kendaraan relatif rendah. Pelaksanaannya juga mengacu pada PP Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol, yang mewajibkan kegiatan preservasi memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Selama pekerjaan berlangsung, lajur terdampak dibatasi, dilengkapi rambu peringatan, dan diawasi petugas yang siaga 24 jam.
Ruas yang Sedang Dikerjakan
Sejumlah jenis pekerjaan seperti patching, scrapping and filling (SF), hingga rekonstruksi perkerasan tengah berlangsung di beberapa ruas. Di Jalan Tol Jakarta-Tangerang dilakukan rekonstruksi perkerasan dan patching, di Jalan Tol Dalam Kota dilakukan SF dan patching, sementara di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dilakukan ketiga jenis pekerjaan tersebut sesuai kondisi di lapangan. Preservasi serupa juga berlangsung di ruas-ruas tol Jasa Marga Group lainnya.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan lebih awal, mengecek informasi lalu lintas dan titik lokasi pekerjaan, serta berhati-hati saat melintasi area proyek dengan menjaga jarak aman dan mematuhi rambu maupun arahan petugas. Informasi terkini maupun pengaduan dapat disampaikan melalui aplikasi Travoy atau Call Center 133.
Catatan Redaksi. Scrapping and filling adalah teknik mengupas lapisan aspal yang rusak lalu mengisinya kembali dengan material baru, berbeda dari patching yang hanya menambal titik berlubang tanpa mengupas lapisan lebih luas. Sementara ODOL, kendaraan dengan dimensi atau muatan melebihi batas, dianggap merusak struktur jalan lebih cepat karena beban yang diterima aspal melampaui kapasitas rancangannya, sehingga menjadi salah satu alasan utama jalan tol perlu dipelihara berkala meski usia layanannya belum habis.
Sumber: PT Jasa Marga (Persero) Tbk.





