
Perusahaan teknologi kesehatan asal Jepang, LPIXEL Inc., menjalin kemitraan distribusi dengan Konica Minolta, Inc. untuk memasarkan seri perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) pendukung diagnosis berbasis pencitraan medis bernama EIRL di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama ini diumumkan di Tokyo pada 30 Juli 2026.
Melalui perjanjian tersebut, Konica Minolta akan memanfaatkan jaringan penjualannya untuk memasarkan EIRL di tiga negara, yakni Vietnam, Indonesia, dan Thailand. Langkah ini ditujukan untuk membantu fasilitas kesehatan setempat meningkatkan efisiensi dan akurasi diagnosis berbasis citra medis seperti sinar-X, CT, MRI, hingga kolonoskopi.
Mengatasi Kekurangan Dokter Spesialis
Kemitraan ini didasari oleh kesenjangan layanan kesehatan di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data World Development Indicators 2024, rasio dokter di Indonesia hanya 0,70 per 1.000 penduduk, jauh di bawah Jepang yang mencapai 2,61 per 1.000 penduduk. Kekurangan tenaga spesialis radiologi disebut menjadi tantangan tersendiri dalam mendeteksi dini penyakit seperti tuberkulosis.
EIRL sendiri telah mengantongi izin edar sebagai alat kesehatan di enam negara ASEAN, yaitu Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Di Jepang, teknologi ini telah digunakan di lebih dari 1.200 fasilitas medis dengan lebih dari 16 juta kali analisis hingga Februari 2026.
Dengan menggabungkan sistem sinar-X dan PACS milik Konica Minolta bersama teknologi AI EIRL, kedua perusahaan berharap dapat memperkuat alur kerja diagnosis pencitraan medis sekaligus mengurangi beban kerja tenaga kesehatan di kawasan tersebut.
Sumber: LPIXEL Inc.





