Potensi Dunia USD 88 Miliar, Kemenperin Pacu Ekspor Komponen Pesawat

0 20

Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan daya saing industri nasional agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas sehingga kompetitif di pasar domestik maupun global. Selain itu, juga memberikan dukungan untuk memperluas akses ekspor, salah satunya memfasilitasi keikutsertaan pada pameran tingkat internasional.

“Salah satu upaya tersebut adalah dengan berpartisipasi di perhelatan akbar industri dirgantara dunia, yakni Farnborough International Airshow (FIA) 2018 di Farnborough, Inggris yang akan dilaksanakan tanggal 16-22 Juli 2018,” kata Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Rabu (18/7).

Menurut Putu, keterlibatan di dalam ajang FIA 2018 merupakan bagian dari desain besar dukungan pemerintah kepada industri nasional untuk mengakses rantai suplai global industri komponen pesawat terbang. Diharapkan pula dalam jangka panjang, industri nasional dapat terhubung dengan komunitas global industri aeronautika dan menjadi subkontraktor pengerjaan komponen pesawat terbang dunia.

“Industri komponen pesawat terbang merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan melalui pemanfaatan rantai suplai global,” jelasnya. Hal ini didasari dengan semakin berkembangnya kemampuan industri komponen pesawat terbang nasional sebagai jawaban atas pesatnya pertumbuhan pasar industri pesawat terbang dunia.

Berdasarkan data Trademap, Indonesia telah mengekspor komponen pesawat terbang sebesar USD83 juta pada tahun 2017, dimana potensi pasar dunia mencapai USD88 miliar. “Langkah peningkatan nilai ekspor nasional menjadi salah satu kebijakan pemerintah saat ini, terutama dalam mengatasi neraca perdagangan yang sedang defisit,” ujar Putu.

Oleh karena itu, Kemenperin berkolaborasi dengan KBRI Brussels untuk ikut berpartisipasi di ajang FIA 2018 yang dapat menjadi sarana perluasan kerja sama bagi industri nasional di tingkat internasional. “Jadi, kami mewujudkannya dalam bentuk country pavilion dengan menempati area seluas 68.25sqm dan akan diisi oleh perusahaan nasional di sektor industri komponen pesawat terbang,” imbuhnya.

Perusahaan-perusahaan yang terpilih tersebut dari beragam sektor, mulai yang bergerak di bidang aero structure, component, tools and gauge, avionics, precision parts, rubber-based components, hingga engineering services. Perusahaan tersebut adalah PT Dirgantara Indonesia, PT Pudak Scientific, PT Santoso Teknindo, PT Chroma International, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Yogya Presisi Tehniktama Industri, dan PT Indonesia Polyurethane Industry.

Putu menjelaskan, proses pemilihan perusahaan itu dilakukan mulai awal tahun ini melalui open registration via situs http://pameranln.kemenperin.go.id. Aktifitas kurasi dilakukan dalam bentuk kunjungan langsung ke kandidat peserta untuk melakukan penilaian dengan melibatkan pihak yang berkompeten termasuk akademisi bidang aeronautika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Lavi Zuhal dan Tatacipta Dirgantara.

“Pada kesempatan review hasil kunjungan, kedua pakar industri dirgantara tersebut menyatakan bahwa secara umum para pelaku industri komponen nasional memiliki potensi yang memadai untuk mengakses rantai suplai industri pesawat terbang dunia,” ungkapnya. Namun demikian, masih banyak yang perlu dibenahi terutama sertifikasi dan dukungan pada kegiatan promosi internasional untuk membangun jejaring kerja dan memperkenalkan kemampuan industrinya.

“Kesempatan berpartisipasi di FIA 2018, merupakan kesempatan emas untuk membangun networking, benchmarking, dan menjalin kolaborasi dengan komunitas industri pesawat terbang dunia. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi sekali atas dukungan pemerintah tersebut,” kata Surijanto Santoso, Sekjen Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM).

English English Indonesian Indonesian