Melalui ANJANI, P&G Indonesia Fasilitasi Pelaku Usaha Perempuan #RaihSuksesmu Sekaligus Dukung Semangat Indonesia Menjadi Mercusuar Wirausaha Perempuan

JAKARTA, 25 Maret 2022 – Kewirausahaan memiliki peran penting dalam mendukung dan mendorong perekonomian negara. Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin modern, kewirausahaan perempuan juga semakin meningkat dan semakin kuat, terutama dalam membangun dan mengembangkan berbagai bidang usaha baik wirausaha atau entrepreneurship, serta di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMK).

Selain itu, ekonomi Indonesia terus beradaptasi dan berkembang ke arah yang lebih baik
dalam pemerataan kesempatan bagi perempuan. Mengacu pada data dari Kementerian Keuangan, pada
sektor UMKM, 53,76% nya didominasi oleh perempuan dengan kontribusi sebesar 61% terhadap
perekonomian Indonesia. Melihat hal tersebut, jika lebih dari separuh UMKM dimiliki oleh perempuan,
maka terdapat potensi yang dapat digali untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi mereka dengan
menghapus hambatan partisipasi sehingga mereka dapat meningkatkan dan mempertahankan
bisnis.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh
perempuan dalam mengembangkan bisnis yang mereka miliki. Beberapa hal kerap kali menjadi hambatan,
diantaranya tersedianya sarana pelatihan dan akses terhadap kerja sama jangka panjang.
Dilatarbelakangi hal tersebut, Procter & Gamble (P&G) berkolaborasi dengan WEConnect International
kembali menyalakan semangat serta menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung keberagaman, inklusi serta kesetaraan gender melalui program ANJANI – Pelaku Usaha Perempuan #RaihSuksesmu yang merupakan episode kedua dari ANJANI yang sebelumnya telah diadakan pada tahun 2020. Melalui ANJANI – Pelaku Usaha Perempuan #RaihSuksesmu, fokus P&G adalah untuk membantu menghilangkan hambatan ekonomi bagi perempuan melalui langkah-langkah berkelanjutan dan berbagai upaya advokasi.

Baca juga  Pesawat Airbus 330-900NEO Lion Air Mengudara - Menuju Era Baru Kenyamanan Perjalanan Jarak Jauh Kekinian

ANJANI akan menyediakan tempat bagi pengusaha wanita untuk terhubung dan membantu mereka
melalui serangkaian bimbingan dan pengembangan yang dirancang khusus untuk wanita, termasuk topiktopik seperti strategi pertumbuhan bisnis, pembangunan merek, keterampilan kepemimpinan, sumber daya manusia, dan pengadaan dengan para ahli dari internal dan eksternal P&G.

Berkolaborasi dengan WEConnect International, P&G berkomitmen untuk memastikan bisnis milik wanita
menjadi bagian yang berkembang dari ekosistem mitra eksternal perusahan. Selain itu, selaras dengan P&G Women Entrepreneurs Academy yang telah diluncurkan di berbagai negara dimana P&G beroperasi,
ANJANI akan memainkan peran penting dalam menerjemahkan praktik terbaik P&G secara global ke dalam
kebutuhan dan tantangan lokal.

Tidak berhenti disitu, P&G juga berkomitmen untuk membuka jendela peluang kerjasama dan menjadikan para pengusaha wanita sebagai mitra pihak ketiga. Hal ini sejalan dengan apa yang telah P&G nyatakan melalui komitmen #WeSeeEqual tahun lalu, di mana P&G berkomitmen untuk menghabiskan total kumulatif $200 juta dengan sengaja bekerja sama dengan bisnis milik wanita di seluruh kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika pada tahun 2025.

ANJANI sebagai penggerak utama bagi P&G Indonesia untuk mengumpulkan aspirasi mereka dan
berkontribusi dalam memperkuat kapabilitas dan mengembangkan bisnis mereka. P&G Indonesia percaya
bahwa ANJANI merupakan kunci utama untuk memperkuat komitmen perusahaan menuju lingkungan
yang setara dan inklusif yang menutup kesenjangan ekonomi gender di Indonesia dan secara global.

Baca juga  Netflix dan GoPay Guna Penyajian Akses Tayangan Terbaik di Indonesia

Turut hadir dalam penutupan ANJANI di tahun ini , LV Vaidyanathan selaku Presiden Director P&G
Indonesia menegaskan “Di P&G, Kesetaraan dan Inklusi merupakan bagian fundamental. P&G percaya
bahwa mendukung pengusaha perempuan sangat penting untuk pertumbuhan dan pemulihan ekonomi
Indonesia. Begitulah cara kami mengembangkan merek-merek terkemuka di pasar dan bagaimana kami
memimpin industri dan komunitas kami.

Melalui ANJANI, kami akan terus berupaya meningkatkan kesetaraan gender guna membangun perekonomian cerdas, kami percaya melalui ANJANI, kami dapat memperkuat kemampuan mereka, mengembangkan bisnis yang mereka miliki, serta menghasilkan dampak yang semakin luas bagi komunitas. Sejalan dengan misi kami di P&G Indonesia untuk selalu menjadi force for good, force for growth” Mrinalini Venkatachalam selaku dari Regional Director, Southeast Asia and Oceania WEConnect
International mengungkapkan “Senang sekali dan antusias bisa dapat terus bermitra bersama P&G.

Memiliki tujuan jangka panjang yang sejalan, kemitraan ini diharapkan dapat terus menjadi upaya dalam
menghapus kesenjangan gender dan ekonomi wanita di Indonesia, melalui ANJANI program ini menjadi
wujud nyata dan komitmen tegas P&G Indonesia dalam menyuarakan keberagaman dan inklusi, serta
kesetaraan gender.

Baca juga  Hikvision meluncurkan teknologi keamanan yang terjangkau, dilengkapi enam fitur keamanan impresif terbaru bagi pelaku usaha kecil

Hal ini dibuktikan selama bermitra bersama WEDP P&G dan WEConnect International
telah membantu lebih dari 300 wanita di 14 negara: Indonesia, Singapura, Jepang, India, UAE, dan lainlain”
Riset World Economic Forum juga membuktikan bahwa terdapat korelasi positif antara kesetaraan gender
dan tingkat daya saing suatu negara, Produk Domestik Bruto (PDB) per-kapita, dan peringkatnya dalam
Indeks Pembangunan Manusia. Oleh karena itu, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sangat
diperlukan untuk mencapai agenda Indonesia dan global untuk mengejar SDG’s.

Melalui program-program pengembangan ANJANI yang bermanfaat diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya kepada klien, jaringan profesional, serta komunitas para pebisnis wanita lainnya, namun juga pada kontraksi pertumbuhan ekonomi negara. Sejalan dengan agenda G20 dan W20 untuk mendorong partisipasi perempuan untuk memulihkan ekonomi, P&G juga percaya bahwa melalui kolaborasi antara sektor swasta, LSM dan lembaga lain, Indonesia dapat mengatasi dampak masa pemulihan pasca pandemi.