Majelis Ayat Kursi Awali PBAK UIN Sunan Kalijaga Untuk Kenalkan Islam Nusantara Ke Mahasiswa

Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Kalijaga berlangsung selama 3 hari pada 27 sampai 29 Agustus 2018. Pembukaan PBAK diikuti 3.606 meliputi 11 mahasiswa baru yang berasal dari Serawak Malaysia di delapan fakultas.

Pembukaan PBAK diawali dengan sholat hajat dan majelis ayat kursi yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Drs. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D. Semua peserta terlihat hidmat saat melantunkan kalimat thoyyibah dan ayat kursi untuk menguatkan nilai spiritualitas mahasiswa. “Kita berusaha melanjutkan tradisi Islam Nusantara jaman dulu dengan berdzikir dan menjaga perdamaian” kata Yudian Wahyudi.

Yudian Wahyudi mengatakan kita harus menghargai perjuangan bangsa ini untuk merdeka dengan bersyukur kepada Allah SWT. Yakni dengan mengoptimalkan potensi yang ada untuk untuk membangun negeri. Di dunia kampus kita mampu mengintegrasikan ilmu umum dan agama. Seperti yang dilakukan oleh “nabi-nabi revolusi” zaman dulu. “Sehingga akan lahirlah seorang ahli metalurgi Islam yang dicontohkan nabi Daud, matematikawan muslim seperti nabi Idris, keahlian membuat kapal seperti nabi Nuh dan keahlian lainnya” tutur Yudian.

Lanjut Yudian menuturkan harapannya mahasiswa punya hard skill dan soft skill dengan nilai tambah mengetahui ilmu agama yang cukup. Sehingga mahasiswa agama mengerti tentang teknologi pengetahuan atau  mahasiswa sains paham akan ilmu keagamaan.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. H. Waryono, M.Ag. menyatakan untuk menumbuhkan kecintaan bernegara yang termasuk bagian dari cinta agama Islam, mahasiswa baru dari SMA/SMK akan di wajibkan untuk tinggal di pondok pesantren selama satu tahun. “Silakan mahasiswa untuk mencari informasi dan cara pendaftarannya di bagian kemahasiswaan” ucap Waryono.

“Ini sebagai upaya kita untuk mengimplementasikan pesan dari Kementerian agama tentang Islam moderat dan aplikasi tentang integrasi-interkoneksi ilmu umum dan agama. Sehingga tidak lagi di kampus ini gerakan untuk mendirikan khilafah, karena negara kita berdasarkan Pancasila” pungkas Waryono.

Ketua PBAK Dr. Sulisyaningsih, S.Sos, M.Si menjelaskan melalui kegiatan PBAK membentuk karakter dan integritas mahasiswa yang religius, intelek dan berjiwa nasionalis. Sehingga mahasiswa mampu menciptakan budaya dan kultur akademik yang kritis, mengembangkan tradisi riset membentuk mahasiswa berkarakter, bermoral dan mempunyai akhlak karimah.

“Semoga kegiatan PBAK  bisa diikuti mahasiswa baru dengan penuh suka cita, tanpa kekerasan baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Karena dalam  kepanitiaannya sudah kolaboratif melibatkan Pimpinan universitas, para dosen, tenaga kependidikan dan pengurus organisasi mahasiswa. PBAK ini  dimaksudkan agar keberhasilannya lebih optimal dalam membantu mahasiswa baru memahami proses transisi sehingga bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam memasuki dunia perguruan tinggi, dan bisa meraih kesuksesan.” Kata Sulis.

Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kalijaga Mohammad Romli Mu’allim, mengungkapkan tema PBAK 2018 menekankan dua hal; pertama nilai-nilai keislaman dan kedua nilai-nilai kebangsaan. Nilai keislaman yang dibangun tetap merangkul kebudayaan, kebhinekaan dan setiap perbedaan yang ada di Indonesia.“Dengan nilai-nilai keislaman kami rasa mampu menyatukan negara ini, salah satunya adalah Islam yang pro terhadap budaya lokal,” ucap Romli.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai rangkaian aktivitas yang mendukung tercapainya visi dan misi dari UIN Sunan Kalijaga, antara lain mengenal lebih dekat kampus dan nama Sunan Kalijaga, berbagai aturan akademik yang berlaku di kampus, lembaga-lembaga kampus, baik sturktural maupun non struktural, lembaga kemahasiswaan dan tradisi akademik.