
PT Bursa Efek Indonesia (IDX), Impact Investment Exchange (IIX), dan PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/8/2026). Forum bertajuk “Indonesia’s Trillion-Rupiah Opportunity: Advancing an Inclusive and Resilient Economy through Thematic Bonds” ini mempertemukan calon penerbit obligasi dan pelaku pasar modal untuk membahas peluang pengembangan obligasi tematik di Indonesia.
Indonesia tercatat memiliki salah satu pasar obligasi mata uang lokal terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai outstanding sekitar Rp7.800 triliun atau setara USD480 miliar. Pemerintah juga dikenal sebagai penerbit green sukuk terbesar di dunia, instrumen yang kini banyak direplikasi negara berkembang lain. Meski surat utang negara masih mendominasi lebih dari 90% pasar obligasi domestik, forum ini menyoroti mulai tumbuhnya peran sektor korporasi dalam menerbitkan obligasi tematik.
Orange Bond dan Target Rp Triliunan
Salah satu sorotan utama forum adalah Orange Bond, dengan Indonesia disebut sebagai negara dengan komitmen penerbitan Orange Bond terbesar di dunia sekaligus negara pertama yang menerbitkan Orange Sukuk. Capaian ini didorong oleh sektor korporasi, menandai pergeseran dari pola sebelumnya yang lebih banyak ditopang penerbitan pemerintah. Sejalan dengan momentum tersebut, Indonesia menargetkan penghimpunan Orange Capital senilai USD10 miliar pada 2030 bersama Kementerian PPN/Bappenas, untuk mendukung pemberdayaan 100 juta perempuan, anak perempuan, dan kelompok minoritas gender melalui aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat IDX, Listyorini Dian Pratiwi, mengatakan target penghimpunan dana dari instrumen utang berkelanjutan sebesar lebih dari Rp200 triliun pada 2030 sesuai Sustainable Finance Roadmap dinilai dapat tercapai, seiring tren peningkatan penerbitan instrumen tersebut sejak 2023. CEO dan Founder IIX, Prof. Shahnaz, menambahkan bahwa penerbitan perdana Orange Bond oleh sektor korporasi di Indonesia membuktikan modal tematik bisa bergerak melampaui neraca pemerintah dan masuk ke arus utama pasar modal.
Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyebut perusahaannya telah berperan sebagai Joint Lead Underwriter dalam sejumlah penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk, termasuk untuk PNM dan FIF. Rangkaian roundtable turut menghadirkan sesi pengenalan kerangka kerja Orange Bond oleh IIX serta talk show mengenai pengalaman penerbitan Orange Bond pertama di Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperluas pipeline obligasi berbasis dampak di pasar modal domestik.
Sumber: PT Bursa Efek Indonesia (IDX), Impact Investment Exchange (IIX), dan PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).





