EduTech Cakap Beri Akses Pendidikan Berkualitas di Indonesia

Jakarta, 4 Mei 2021 – Tak hanya kehidupan sehari-hari yang telah mengalami transformasi digital,  sistem pendidikan khususnya di Indonesia juga ikut merasakan adanya percepatan transformasi  metode pembelajaran ke arah digital di satu tahun terakhir, sejak pembatasan sosial dan  diberlakukannya sistem pembelajaran jarak jauh (PSJJ) untuk semua institusi pendidikan.  

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, pelopor aplikasi pembelajaran online, Cakap,  menerbitkan ‘Social Impact Report 2020’ pada tanggal 3 Mei 2021. Laporan tersebut memuat  bagaimana Cakap memanfaatkan teknologi informasi sebagai platform yang menyediakan solusi  pembelajaran terdepan, yang telah memberikan akses ke pendidikan berkualitas tanpa mengharuskan  para peserta didik mengunjungi institusi pendidikan secara umum.  

“Berawal dari keyakinan kami akan akses pendidikan yang berkualitas adalah alat yang dapat  mengubah hidup, Cakap hadir dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang mudah dan  fleksibel, untuk mendorong peningkatan kualitas SDM. Kami bukan hanya menyasar pada para pelajar  tetapi juga para pelaku pendidikan, agar sama-sama bisa membangun kualitas diri masing-masing  demi kemajuan bangsa di masa depan,” ucap Tomy Yunus, Co-founder dan CEO Cakap

Tomy pun menjelaskan, “Bagi kami, tahun 2020 menjadi tahun pembelajaran dan transisi, sekaligus  momentum dimana Cakap turut mengambil bagian dalam mendukung upaya Pemerintah untuk terus  memberikan pendidikan yang efektif kepada siswa, sekalipun tidak ada tatap muka.” Fakta bahwa 94%  pelajar kehilangan akses akan pendidikan di sekolah akibat pandemi, kemudian membawa sistem  pembelajaran EduTech menjadi solusi alternatif yang paling logis untuk dapat diadaptasi oleh institusi  pendidikan. 

Tak hanya akibat pandemi, namun dengan populasi penduduk Indonesia yang tersebar di sekitar  17.400 pulau, keseimbangan dan pemerataan akses pendidikan selama ini menjadi tantangan.  Kesiapan fasilitas Cakap sebagai salah satu penyedia layanan EduTech, membawa Cakap menjadi  jembatan yang menghubungkan para pelajar dan para guru dari 95 kota lebih, di 34 provinsi. 

Dalam laporan diuraikan bahwa selama tahun 2020, Cakap telah turut memberdayakan lebih dari 600  guru profesional dari seluruh pelosok Indonesia, agar para guru tersebut mampu mendapatkan  penghasilan yang stabil sekaligus merasa nyaman mengajar karena dapat mengajar dari mana saja,  bahkan dapat menjumpai muridnya yang berjarak lebih dari 5.000 KM jauhnya. Cakap juga terus  mengembangkan program kemitraan dengan lebih dari 188 perusahaan, yayasan, dan institusi  pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas di desa-desa tertinggal di pelosok  nusantara, seperti Toba, Sumba, Lombok, Halmahera, hingga Sorong.

Secara peningkatan penyelenggaraan pendidikan, berikut beberapa pengaruh sosial yang dapat  disorot selama perjalanan Cakap di tahun 2020. 

  • Di seluruh Indonesia, lebih dari 120.000 siswa telah berhasil menyelesaikan program  pembelajaran melalui Cakap
  • Cakap telah menyelenggarakan lebih dari 500.000 sesi kelas sepanjang tahun, Lebih dari 13.000 keluarga di desa-desa tertinggal tersentuh dampak secara sosial, karena anak anak mereka berkesempatan memiliki pendidikan berkualitas secara khusus dan intensif melalui  platform Cakap

Dampak-dampak tersebut merupakan tindakan nyata yang dilakukan Cakap dalam misinya untuk  mendorong sistem pembelajaran digital sebagai alat yang dapat memberantas ketidaksetaraan akan  akses pendidikan berkualitas di Indonesia. “Melanjutkan komitmen kami, Cakap akan terus berupaya  membawa Indonesia maju dengan turut berkontribusi mencetak SDM unggul Indonesia, agar bisa  meningkatkan kompetensi bangsa dan berdaya saing tinggi di mata dunia,” tutup Tomy Yunus.

Laporan Dampak Sosial Cakap 2020 memberikan gambaran nyata atas hasil dari upaya-upaya yang  dilakukan Cakap dalam meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan keterampilan, yang pastinya  akan berkontribusi secara berkelanjutan pada wajah pendidikan Indonesia di kemudian hari.