Cakap Mewakili Indonesia di EdTech Asia Summit 2019, Singapura

3

Jakarta 2 Agustus 2019 – Dunia pendidikan saat ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan teknologi. Peningkatan pelaksanaan pendidikan baik pendidikan formal dan non formal dinilai cukup ​significant terutama di negara-negara Asia, bidang pendidikan terus berkembang pesat.

Pendidikan sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era global harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh kembangnya ketrampilan melalui intelektual, sosial, dan personal. Dengan berbagai macam teknologi canggih yang kita miliki, masih saja muncul banyak masalah yang menghambat perkembangan dunia pendidikan. Oleh karena itu para penggiat industri edukasi teknologi terus mengembangkan suatu sistem layanan EdTech untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan.

 

EdTech Asia Summit 2019 yang diselenggarakan oleh jaringan komunitas EdTech Asia berlangsung selama 2 hari, 1-2 Agustus 2019 di Raffles City Convention Centre, Singapura. Selama acara berlangsung, membahas mengenai inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan yang diharapkan dapat menciptakan kolaborasi, serta memperluas koneksi antar penggiat industri edukasi teknologi, selain menawarkan wawasan baru untuk masa depan dunia pendidikan negara-negara Asia yang sedang berkembang pesat. Berbagai macam permasalahan yang kompleks dibahas dengan mempertemukan para penggiat edtech yang berpengaruh dari seluruh Asia dan luar Asia termasuk para pengusaha, innovator, investor, eksekutif perusahaan, pemerintah, akademisi, konsultan, dan para pemimpin organisasi.

Acara bergengsi ini menghadirkan lebih dari 100 nara sumber sebagai pembicara juga membahas tentang tren regional dan dinamika-dinamika yang tidak terduga serta peluang investasi, ramalan di kemudian harinya terutama di ranah edukasi teknologi.

 

Cakap sebagai salah satu perwakilan Indonesia di EdTech Asia Summit 2019 mengungkapkan bahwa tantangan dalam dunia edukasi teknologi saat ini sangat besar. “Walaupun masyarakat Indonesia sudah melek teknologi, namun masih banyak yang belum mengerti pentingnya edukasi berbasis teknologi ini yang mana seharusnya metode pembelajaran secara online sudah menyatu dengan budaya belajar di masyarakat. Tantangan lainnya adalah infrastruktur koneksi internet yang belum tersebar secara menyeluruh sehingga akses edukasi dengan basis teknologi masih belum masuk ke seluruh lapisan masyarakat secara merata.” ungkap Tomy Yunus selaku Co-founder & CEO Cakap.

Bersama dengan pembicara lainnya, yaitu Paul Sabda (Founder & CEO, Zenius), Rizky Muhammad (Founder & CEO, Youthmanual) dan Amanda Witdarmono (Zenius). Indonesia yang diwakili oleh Cakap dan Zenius, sangat antusias dapat membagikan pengalaman mereka melalui salah satu ​panel discussion dengan tema ​“EdTech and Indonesia’s Education Policy – Expert Insights Into The Road Ahead”.

Dengan keberadaan Cakap dan Zenius sebagai perusahaan rintisan dari Indonesia yang berfokus di bidang pendidikan ini terus mengembangkan peluang untuk mencapai suatu sistem EdTech yang bermanfaat bagi banyak orang terutama bagi mereka yang membutuhkan pendidikan.

 

Kedepannya diharapkan akan semakin banyak pemain EdTech baru yang terus berinovasi, untuk bersama -sama memajukan pendidikan di Indonesia.

CAKAP, Qlue, Huawei, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kemenlu RI, BPJS Kesehatan, KKP RI, Kemen Polhukam RI, Inspirational Video, Motivational Video,