RI-Senegal Terus Garap Kerja Sama di Sektor Pertanian

19

Ziguinchor, Senegal: Ziguinchor, salah satu Provinsi di Senegal di wilayah Casamance yang kaya akan hasil pertaniannya serta merupakan penyuplai utama sektor pertanian di Senegal, membutuhkan bantuan dari Pemri berupa transfer teknologi di bidang pertanian. Hal ini disampaikan oleh Ketua KADIN Ziguinchor, Jean-Pascal Ehemba, dalam Seminar Bisnis yang diselenggarakan oleh KBRI Dakar bekerja sama dengan KADIN Ziguinchor di Hotel Kadiandoumagne, Ziguinchor pekan lalu.

Jean-Pascal menyampaikan bahwa para pengusaha Ziguinchor membutuhkan peralatan teknologi industri menengah untuk mengolah dan memproses produk pertanian, seperti mesin pembuat selai/jus, padi, sawit dan kemasannya.

Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, mengatakan bahwa sesuai hasil survey yang dilakukan KBRI di lapangan, kemasan produk di Ziguinchor memang dinilai belum bagus dan sangat jauh kualitasnya dibandingkan dengan di Indonesia. Menurutnya, para pelaku usaha setempat perlu mendapat bantuan khusus berupa transformasi teknologi di bidang pertanian dan makanan agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan baik dan memiliki nilai tambah.

Caranya bisa dilakukan dengan mengundang pengusaha Indonesia ke Ziguinchor atau berkunjung secara langsung ke pabrik-pabrik di Indonesia. Dubes mengingatkan kepada seluruh peserta seminar untuk memanfaatkan fasilitas bebas visa yang diberikan oleh Pemri kepada WN Senegal sejak tahun 2016 untuk berkunjung ke Indonesia.

Dubes Mansyur menegaskan bahwa pada tahun depan KBRI akan prioritaskan Ziguinchor dalam program bantuan transfer teknologi di sektor pertanian dan kelapa sawit.

“Tahun depan KBRI akan prioritaskan petani dari Ziguinchor untuk mengikuti pelatihan di Balai Pertanian Indonesia di Gambia dan di Indonesia. Kita akan bantu petani di Ziguinchor untuk bisa meningkatkan hasil panennya,” pungkas Dubes.

Ziguinchor sangat membutuhkan bantuan Indonesia dalam meningkatkan produksi padinya supaya bisa panen lebih dari satu kali dalam setahun. Pemanfaatan pohon aren untuk dapat menghasilkan gula dan energi juga sangat diperlukan oleh Ziguinchor untuk memaksimalkan potensinya.

Menurut Dubes, disinilah Indonesia bisa memainkan peranan untuk memaksimalkan pasar Afrika dengan cara berbagi pengalaman dan transfer teknologi kepada masyarakat petani di wilayah Casamance.

Masih segar dalam ingatan warga Ziguinchor ketika Kapal Feri Le Joola tenggelam pada tahun 2002. Ziguinchor yang secara ekonomi sangat bergantung pada perannya sebagai pelabuhan kargo, pusat transportasi dan terminal feri sempat mengalami kelumpuhan ketika Feri Le Joola tenggelam sehingga memutuskan hubungan antara Casamance dan negara-negara sekitar.

Pengganti dari Kapal Feri Le Joola adalah Feri Willis yang disewa dari Indonesia (PELNI) pada tahun 2002 – 2005 lengkap beserta kapten kapal dan awaknya.

“Ikatan historis tersebut membuktikan komitmen yang tinggi dari Pemri untuk mendukung pembangunan dan kemajuan di Ziguinchor,” Ujar Dubes Mansyur.

“So Klin” Populer di Ziguinchor

Dalam pertemuan dengan Dubes Mansyur di kantornya, Gubernur Ziguinchor, Guèdji Diouf, mengatakan bahwa “So Klin adalah deterjen yang sangat populer di kalangan masyarakat Ziguinchor, namun sayang tidak ada pabriknya di Senegal.”

Tidak hanya itu, Gubernur Diouf juga tertarik untuk mengembangkan budidaya Salak di Ziguinchor.

Gubernur Diouf juga mendorong agar dikembangkan kerja sama pendidikan antara Indonesia dengan Ziguinchor karena di Ziguinchor ada universitas negeri ternama yang bernama Universite Assane Seck de Ziguinchor.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Walikota Ziguinchor, Abdoulaye Balde, yang berjanji akan mendorong para pelajar Ziguinchor untuk memanfaatkan peluang beasiswa yang ditawarkan oleh Pemri tiap tahunnya.

Walikota Balde juga menawarkan kerja sama Sister City dengan daerah yang memiliki kesamaan karakteristik dengan Ziguinchor.

Peluang beasiswa dari Pemri ditanggapi positif oleh Walikota Dembiring, Tombong Gueye, yang berencana untuk mengambil program S3 di Indonesia.

Diharapkan ke depannya akan banyak mahasiswa dari Ziguinchor yang akan belajar ke Indonesia sehingga dapat membantu memajukan ziguinchor. “Ziguinchor butuh pengaruh dan inspirasi dari tokoh yang sekolahnya tinggi, kreatif, dan inovatif untuk memajukan sektor-sektor kehidupan di Ziguinchor,” imbuh Dubes Mansyur.​