
Jakarta, 13 Februari 2026 – Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, suasana harap penuh rindu mulai terasa di lingkungan BSI Maslahat. Sebagai bagian dari ikhtiar menyambut bulan Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin, BSI Maslahat menggelar kegiatan Tarhib Ramadan 1447 H. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (13/02) di aula kantor pusat BSI Maslahat.
Kegiatan diawali dengan semangat kebersamaan yang sederhana namun hangat, melalui makan siang bersama usai salat Jumat. Suasana kekeluargaan tersebut menjadi pembuka menuju sesi utama, yakni Kajian Tarhib Ramadan. Kajian ini menghadirkan KH. Mohamad Hidayatullah, Dewan Pengawas Syariah PT Bank Syariah Indonesia, sebagai narasumber.
Dalam tausiyahnya, KH. Mohamad Hidayatullah mengajak seluruh pegawai untuk bermuhasabah melalui Tarhib Ramadan sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Ia menjelaskan bahwa kata Tarhib berasal dari kata rahiba yang berarti luas, lapang, atau lebar. Kata Rahiba juga dapat berkembang menjadi kata Marhaban yang berarti selamat datang.
“Jadi Tarhib Ramadan memiliki makna menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kelapangan, kebahagiaan, dan kesiapan” ujarnya.
Kata Ramadan juga berasal dari Bahasa Arab yakni رمض / ramadha yang berarti panas yang membakar atau kekeringan. Namun, ada makna lebih mendalam dari arti kata tersebut. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, “Dinamakan bulan Ramadan karena ia mengugurkan (membakar) dosa-dosa dengan amal saleh.”
Lebih lanjut, KH. Mohamad Hidayatullah juga menyampaikan bahwa “hadirnya ramadan datang menyucikan badan manusia dari kotoran dan dosa dosa,” tambah beliau. Ia juga memberikan motivasi kepada para amil agar menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk semakin menguatkan peran dalam semangat menebar kemaslahatan.
Dalam salah satu kaidah fikih disebutkan,
َض ل ِم َن العَ َمل القَا ِصرالعَ َم ل ال متَعَدي أفْ
Al ‘amalu al muta’addi afdholu minal amali al qashir
Artinya: “Ibadah yang memberikan dampak besar bagi kemaslahatan jauh lebih utama dari ibadah yang bersifat pribadi.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja sosial dan pelayanan umat memiliki nilai keutamaan yang besar di sisi Allah SWT.
Peran amil, yang mengemban amanah dari para donatur untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), merupakan tugas mulia. Amil bukan hanya menjalankan pekerjaan, tetapi menjadi perantara kebaikan yang menghadirkan maslahat untuk bangsa.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen BSI Maslahat sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang terus berupaya menjadi garda terdepan dalam menghadirkan maslahat untuk bangsa.
Dalam semarak menyambut Ramadan 1447 H, BSI Maslahat mengusung tema “Ramadan Emas” dengan tagline “Maslahat untuk Bangsa”, yang menegaskan Ramadan sebagai momentum emas untuk memperluas manfaat dan memperkuat solidaritas. BSI Maslahat menghadirkan berbagai program layanan untuk memudahkan para donatur dalam menyalurkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan.
Program-program tersebut meliputi layanan zakat fitrah, layanan zakat maal, Ramadan bersama Palestina, Sedekah Quran Orang Tua, Sedekah Subuh Saran Masjid, Berbagi Peralatan Ibadah Untuk Sumatra, THR Yatim, Layanan Fidyah, Berbagi Buka Puasa & Sahur, Berbagi Sembako Dhuafa, Wakaf Sumur, dan Wakaf Bangun Masjid. Adapun layanan program Ramadan tersebut dapat dilihat pada https://bsimaslahat.or.id/ramadan/
Direktur Eksekutif BSI Maslahat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa. Ia juga berpesan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah, tetapi juga momen terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
“Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Semoga Ramadan ini menjadi Ramadan Emas yang menguatkan kepedulian, melapangkan hati, serta menghadirkan maslahat untuk bangsa,” ujar Sukoriyanto.
Kegiatan Tarhib Ramadan ini ditutup dengan saling bermaaf-maafan, menjadi momen reflektif untuk membersihkan hati dan mempererat ukhuwah. Harapannya, seluruh insan BSI Maslahat dapat memasuki Ramadan dengan jiwa dan hati yang lebih jernih, semangat yang diperbarui, dan tekad yang lebih kuat untuk meraih keberkahan.






