
Gaza, 22 Januari 2026 – BSI Maslahat berhasil menembus blokade untuk menghantarkan Kurban para mudhohi dan Sedekah Daging Kaleng bagi rakyat Palestina. Dalam misi kemanusiaan ini, BSI Maslahat menyalurkan amanah 25 ekor sapi Kurban, yang telah diproses menjadi 3.150 kaleng kornet dan diberikan kepada 525 keluarga penyintas di Jalur Gaza. Selain itu, program Sedekah Daging Kaleng juga menghadirkan manfaat besar melalui distribusi 18.018 kaleng kornet, setara 143 ekor sapi, kepada 3.003 keluarga penerima manfaat. Setiap keluarga menerima 6 kaleng, atau sekitar 4,8 kilogram, sebagai dukungan pangan bernutrisi tinggi di tengah situasi krisis kemanusiaan yang terus memburuk.
BSI Maslahat memulai program Kurban Maslahat untuk Palestina ini dengan melibatkan masyarakat Indonesia melalui kanal BYOND by BSI, laman digital.bsimaslahat.or.id dan kanal digital lainnya. Penggalangan dana merangkul para muhsinin yang ingin menghadirkan manfaat lebih luas khususnya di wilayah yang masih berada dalam bayang-bayang konflik kemanusiaan di Palestina.
Antusias masyarakat sangat tinggi. Banyak yang ingin menjadikan momen Kurban sebagai jalan berbagi, bukan hanya untuk lingkungannya, tetapi juga untuk mereka yang berada di wilayah konflik. Hal ini menunjukkan karakter kepedulian sosial yang telah mengakar kuat pada bangsa Indonesia.
Perjalanan Kurban Mudhohi dan Sedekah Daging Kaleng
BSI Maslahat menempuh rangkaian proses yang panjang, penuh tantangan, dan memerlukan koordinasi lintas negara. Dengan tekad yang kuat, serta dukungan mitra strategis Al Khair Foundation, amanah dari masyarakat Indonesia akhirnya dapat diproses secara profesional sejak tahap awal hingga siap disalurkan kepada keluarga penyintas di Jalur Gaza..
Proses pemotongan dilakukan di Ethiopia, Afrika Timur. Proses penyembelihan dilakukan secara profesional dan higienis melalui lima tahapan:
1.Pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan
2. Penyembelihan
3. Pengulitan
4. Pendinginan
5. Pemisahan tulang dan daging
Setelah itu, daging dikemas dalam kaleng di Uni Emirat Arab. Proses pengemasan kurang lebih memakan waktu 3 bulan. Setelah itu disimpan di gudang Jordan untuk menunggu perizinan masuk oleh pihak penjajah dan menunggu situasi lebih kondusif di Jalur Gaza.
Daging kaleng dipilih karena lebih awet (hingga dua tahun), bernutrisi tinggi, mudah distribusi, serta aman dikonsumsi dalam situasi darurat. Metode ini juga menjadi bentuk ikhtiar untuk memastikan amanah kurban benar-benar sampai ke tangan penerima manfaat, tanpa terhalang hambatan logistik maupun keamanan.
Tantangan Distribusi ke Jalur Gaza
Mengirim bantuan ke Gaza bukan perkara mudah. Jalur distribusi sangat terbatas. Sistem logistik sering berhenti karena serangan, blokade, serta kebijakan yang berubah sewaktu waktu. Namun, kerja sama antara BSI Maslahat dan jaringan mitra internasional membuat proses ini tetap berjalan, meski melalui banyak rintangan.
Setiap kali armada bantuan diizinkan masuk, tim langsung bergerak. Kecepatan sangat penting karena kondisi di Gaza sering berubah dalam hitungan jam. Distribusi harus mematuhi prosedur keamanan ketat dan mengikuti arahan lembaga internasional yang bertugas mengatur aliran bantuan kemanusiaan.
Alhamdulillah, pada 5 Januari 2026, amanah kurban dan sedekah daging dari masyarakat Indonesia berhasil memasuki Jalur Gaza. Amanah tersebut pertama kali diberangkatkan dari Yordania, melalui Pelabuhan Aqaba, kemudian diangkut menggunakan kapal menuju Pelabuhan Arish di Mesir. Setibanya di Pelabuhan El-Arish, bantuan diproses melalui jalur logistik dan melanjutkan perjalanan menuju perbatasan Palestina. Dari titik ini, amanah masyarakat Indonesia akhirnya dapat menembus wilayah Gaza melalui Pintu Rafah, satu-satunya akses perbatasan yang menghubungkan Mesir dengan wilayah Palestina yang saat ini berada dalam kondisi terblokade oleh penjajah.
Amanah ini disalurkan melalui tiga tahapan distribusi. Pertama, bantuan didistribusikan langsung ke tenda-tenda pengungsian pada 8 Januari 2026. Tahap kedua dilakukan melalui gudang penyimpanan sebagai pusat distribusi pada 19 Januari 2026. Selanjutnya, pada 15 Januari 2026, bantuan diberikan dalam bentuk paket makanan hangat.
Truk kontainer yang membawa amanah Kurban dan Sedekah Daging Kaleng sampai di salah satu pengungsian di Jalur Gaza menjelang malam.Malam hari dalam keadaan musim dingin dengan rata-rata suhu kisaran 10-20 derajat celcius, Relawan BSI Maslahat terus menyalurkan daging kaleng kepada para penyintas.
Para relawan bahkan memasak daging tersebut bersama para pengungsi. Mereka menyalakan tungku sederhana di antara tenda-tenda yang berdiri rapat. Aroma masakan mulai menyebar dan menghangatkan suasana malam yang dingin. Anak-anak berkumpul dengan mata berbinar, menunggu giliran untuk menikmati makanan bergizi yang jarang mereka dapatkan di tengah krisis berkepanjangan.
Dalam situasi seperti ini, satu kaleng daging bukan hanya makanan tapi sumber energi bagi keluarga yang bertahan di pengungsian. Ia memberikan rasa kenyang bagi anak anak yang bertahan tanpa kepastian. Ia menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ia menjadi pengingat bahwa kebaikan bisa melintasi batas negara, blokade, dan ketidakpastian.
Situasi Darurat Kelaparan di Jalur Gaza
Dilansir dari wantimpres.go.id, PBB dan lembaga bantuan internasional menyatakan bahwa bencana kelaparan di Jalur Gaza semakin meluas. Dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB pada Rabu (27/8), Asisten Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan, Joyce Msuya, menyampaikan bahwa kelaparan telah terjadi di wilayah utara–tengah Gaza dan akan menyebar ke Deir el-Balah serta Khan Younis pada akhir September.
Msuya menegaskan bahwa lebih dari setengah juta warga Gaza menghadapi kelaparan, kemiskinan, dan ancaman kematian, dan jumlahnya dapat meningkat menjadi 640.000 jiwa. Ia juga merujuk laporan IPC yang mencatat 132.000 anak di bawah lima tahun berisiko mengalami kekurangan gizi akut, termasuk 43.000 anak yang terancam kondisi mengancam jiwa dalam beberapa bulan ke depan. Msuya menekankan bahwa krisis kelaparan ini disebabkan oleh manusia, bukan bencana alam.
Data tersebut memperlihatkan kondisi darurat kemanusiaan di Jalur Gaza. Situasi kelaparan yang semakin luas menunjukkan betapa mendesaknya bantuan pangan bagi warga Gaza. Hal ini menguatkan alasan mengapa amanah Kurban para mudhohi serta Sedekah Daging Kaleng dari masyarakat Indonesia menjadi kebutuhan yang harus segera disalurkan kepada para penyintas.
Terima Kasih Para Mudhohi dan Donatur atas Dukungan Bagi Palestina
Perjalanan penyaluran kurban dan sedekah daging kaleng ini bukanlah hal mudah, melewati proses panjang dari penggalangan dana di Indonesia, penyembelihan di Ethiopia, pengalengan di Uni Emirat Arab, hingga pengiriman ke Jalur Gaza. Namun, semua dilakukan dengan tekad kuat untuk menghadirkan kemaslahatan dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah konflik dan penderitaan.
Di balik setiap kaleng daging yang dikirim, terdapat harapan yang besar. Setiap mudhohi dan donatur menitipkan doa agar masyarakat Palestina tetap kuat. Mereka berharap bantuan ini dapat mengurangi beban hidup yang berat ditengah konflik tanpa akhir. BSI Maslahat mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh mudhohi, donatur an masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi dalam program ini. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala berlipat: pahala kurban, sedekah, dan juga pahala menolong sesama. Semoga Allah menjaga rakyat Palestina dan membukakan jalan keselamatan bagi mereka.





