BSI Maslahat Bangun Hunian Sementara untuk Guru Ngaji Penyintas Bencana  Hidrometeorologi di Aceh 

doc. BSI Maslahat

Aceh Tamiang, 19 Februari 2026 – BSI Maslahat memperkuat komitmennya dalam  mendampingi masyarakat terdampak bencana dengan membangun kembali Hunian  Sementara (Huntara) bagi 12 Kepala Keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat  bencana hidrometeorologi di Aceh. Sebelumnya BSI Maslahat juga sudah membangun 90  Hunian Danatara bersama Danantara Indonesia. 

Bencana banjir longsor yang terjadi pada 26 November hingga awal Desember 2025  menimbulkan kerusakan parah pada permukiman, infrastruktur, dan aktivitas sosial  masyarakat. Pemerintah Aceh kemudian menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana  Hidrometeorologi 2025 sebagai dasar percepatan penanganan dan bantuan. Sebagai  dukungan pemulihan atas kondisi tersebut, BSI Maslahat menyalurkan dana zakat sebesar  Rp250.000.000 yang dihimpun dari para donatur BSI Maslahat untuk membangun 12 unit  Hunian Sementara bagi guru ngaji yang terdampak. 

Read More

Hunian Sementara untuk Guru Ngaji 

Hunian sementara dirancang sebagai hunian layak huni, sehat, dan aman bagi para guru ngaji  yang berperan penting dalam pendidikan keagamaan di lingkungan setempat. Setiap unit  rumah memiliki ukuran 5 x 6 meter dengan tambahan teras selebar 1 meter, dibangun di atas  lahan milik penerima manfaat, menggunakan standar ketahanan bangunan hingga tiga tahun. 

Proses pembangunan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dan ditujukan untuk  mendukung keberlanjutan aktivitas keagamaan dan pendidikan di wilayah terdampak.  Langkah ini selaras dengan semangat pemulihan pascabencana yang bukan hanya  membangun rumah, tetapi juga menghidupkan kembali struktur sosial masyarakat. 

Dalam proses asesmen, sejumlah guru ngaji menyampaikan rasa syukur terhadap bantuan  yang diterima. Salah satunya Bu Rakaah, guru mengaji di Dusun Satu Harkat, Desa Alur  Manis, yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang. 

“Tadinya kami mengungsi di tenda dekat pasar. Anak saya dua orang. Saya sangat berterima  kasih kepada para donatur BSI Maslahat. Alhamdulillah, sekarang saya dan anak‑anak bisa  tinggal lebih layak dan tidak lagi berdesakan di tempat pengungsian,” ujar Bu Rakaah penuh  haru. 

Dampak Pembangunan Tetap terhadap SDGs 

Program Hunian Sementara ikut mendukung pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan  SDG 3 (Kehidupan Sehat & Sejahtera). Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan hunian pascabencana memiliki kontribusi luas pada stabilitas ekonomi rumah tangga,  pemulihan sosial, serta kesehatan fisik dan emosional penerima manfaat. BSI Maslahat terus memperluas jangkauan program pemulihan bencana melalui sinergi  dengan pemerintah, mitra lokal, serta jejaring relawan. Pembangunan Hunian Sementara  menjadi bukti nyata bahwa dana zakat dapat memberikan maslahat yang berdampak dalam  membantu masyarakat Aceh bangkit dari keterpurukan.

Related posts

Leave a Reply