Hari Jantung Sedunia 2026: YJI Gandeng 3 Desainer di Kampanye DETAK

Hari Jantung Sedunia 2026: YJI Gandeng 3 Desainer di Kampanye DETAK

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menggandeng tiga desainer ternama Tanah Air, AMOTSYAMSURIMUDA, GLASHKA, dan RINDA SALMUN, dalam sebuah kolaborasi kreatif bertajuk “DETAK” untuk memperingati Hari Jantung Sedunia 2026. Kampanye ini mengusung tagline global “Don’t Miss A Beat” dan memadukan estetika desain dengan misi kemanusiaan lewat karya-karya bernuansa merah yang melambangkan keberanian, cinta, dan harapan.

Sebagian hasil dari kolaborasi ini rencananya akan didonasikan melalui YJI untuk membantu anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra-sejahtera. Dana tersebut diharapkan dapat memperluas akses penanganan medis, baik intervensi bedah maupun non-bedah, bagi anak-anak yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Tiga Narasi: Peduli, Kenali, Jaga

Karya DETAK dibagi menjadi tiga narasi yang masing-masing direpresentasikan oleh satu desainer. AMOTSYAMSURIMUDA membawakan tema PEDULI lewat siluet tegas dan ekspresif yang mengingatkan pentingnya menjaga jantung sejak dini. GLASHKA menghadirkan koleksi “Jumpa Pertama” untuk tema KENALI, mengangkat gagasan tentang mengenali tanda-tanda tubuh sebelum terlambat. Sementara RINDA SALMUN menutup dengan tema JAGA lewat koleksi “Reconstructed | New Form”, metafora tentang jantung yang terus beradaptasi dan pulih.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, menyebut kolaborasi ini sebagai bukti bahwa kreativitas dapat menjadi medium perubahan. Ia menekankan bahwa kesehatan jantung adalah tanggung jawab bersama dan setiap karya yang ditampilkan merepresentasikan harapan bagi anak-anak Indonesia yang berjuang melawan penyakit jantung bawaan.

Ketua Bidang Komunikasi YJI, Iwet Ramadhan, menambahkan bahwa penyakit jantung kerap disebut sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala yang jelas. Melalui kampanye ini, YJI berharap pesan kesehatan jantung dapat tersampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat, sekaligus mengajak publik untuk tidak melewatkan kesempatan membantu anak-anak penderita penyakit jantung bawaan.

Sumber: Yayasan Jantung Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan