BSI Maslahat dan BSI Bangun 35 Recycle House untuk Penyintas Tanah  Bergerak dan Longsor di Sukabumi

doc. BSI Maslahat

Sukabumi, 22 Januari 2026 – BSI Maslahat dan BSI membangun 35 unit Recycle House atau  Hunian Tetap untuk penyintas tanah bergerak dan longsor di Sukabumi. Pembangunan  recycle house ditujukan untuk relokasi masyarakat Kampung Citiis, Dusun Jaya Mekar, Desa  Gunung Keramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang terdampak tanah bergerak  dan longsor. Selain itu, BSI Maslahat juga turut membangun tempat ibadah agar penyintas  dapat beribadah dengan tenang dan menemukan ketenteraman batin di tengah proses  pemulihan pascabencana. 

Pada 4 Desember 2024, bencana tanah bergerak dan longsor melanda Kampung Citiis  setelah sehari sebelumnya, hujan deras selama 10 (sepuluh) jam. Sebanyak 28 unit rumah  rusak berat dan 7 unit rumah rusak ringan. Selain itu, sejumlah ruas jalan desa terputus atau  terbelah dengan permukaan tanah yang ambles hingga 3-6 meter di beberapa titik lokasi.  Bencana ini memaksa 35 Kepala Keluarga meninggalkan rumah demi keselamatan. 

Read More

BSI Maslahat mendukung pembangunan Recycle House dengan memberikan material bahan  bangunan untuk 35 Recycle House dengan ukuran masing masing 5×7 meter. Proses  pembangunan melibatkan masyarakat yang didampingi oleh mitra penggerak BSI Maslahat  yaitu Nurul Hayat. Recycle house dibangun di atas lahan seluas 1 hektare yang disediakan  Pemerintah Daerah, berjarak 350 meter dari lokasi bencana, tepatnya di Kampung Sukasari,  Dusun Jaya Mekar. 

Antusiasme warga atas dukungan yang diberikan BSI Maslahat sangat tinggi. Terlihat dari  para ibu yang rela berpanas-panasan mengangkut pasir menggunakan ember kecil.  Berpindah tangan secara estafet menuju lokasi pembangunan Recycle House. Di bawah terik  matahari, para ibu memakai “caping”, topi terbuat dari anyaman bambu, biasa dipakai oleh  para petani yang berfungsi melindungi kepala petani dari panas matahari dan hujan saat  bekerja di sawah.  

doc. doc. BSI Maslahat

Kepala Desa Gunung Keramat, Subaeta menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. 

“Kami berterima kasih kepada para donatur yang telah mendukung pembangunan hunian  tetap. Persiapan lahan dilakukan bersama pemerintah desa, sementara material dan  kebutuhan lainnya disediakan oleh BSI Maslahat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami”  ujarnya. 

Program pembangunan Recycle House ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan  Berkelanjutan (SDGs) nomor 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Tujuan tersebut  menekankan pentingnya akses terhadap perumahan layak, aman, terjangkau, serta  pelayanan dasar bagi semua orang.

Masyarakat Kampung Citiis mayoritas berprofesi sebagai petani miskin dan buruh harian  lepas dengan penghasilan rata-rata Rp1,5 juta per bulan. Kehilangan rumah akibat bencana  membuat mereka semakin rentan. Rentan terhadap dinginnya malam tanpa atap, rentan terhadap hujan yang menembus tenda darurat, rentan terhadap penyakit karena sanitasi  terbatas, dan rentan terhadap hilangnya rasa aman bagi anak-anak mereka. 

Dengan hadirnya Recycle House dan tempat ibadah, BSI Maslahat mendorong pemulihan  sosial dan ekonomi masyarakat, memberikan rasa aman, dan memberikan perlindungan dari  risiko lanjutan bencana. Semangat gotong royong dalam pembangunan memperkuat  solidaritas sosial, menjadikan setiap warga bagian dari perjuangan bersama. Masyarakat  Kampung Citiis yang sebelumnya kehilangan harapan kini memiliki semangat dan harapan  baru, bahwa mereka akan memiliki hunian tetap yang aman dan nyaman.

Related posts

Leave a Reply