Dari ekonomi global hingga AI dan talenta digital, DANA kembali ke World Economic Forum 2026 untuk berpartisipasi dalam percakapan dunia yang relevan bagi Indonesia


Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia dalam diskusi panel pada World Economic Forum (WEF) 2024. Pada WEF 2026 kali ini, DANA kembali hadir untuk ketiga kalinya, menegaskan posisinya sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam forum internasional guna mendukung keberlanjutan ekosistem tekfin Indonesia. /doc. DANA
Davos & Jakarta, 19 Januari 2026 – Perbincangan global belakangan kian mengerucut pada dua tema besar: adopsi kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab dan pembangunan berkelanjutan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ketidakpastian ekonomi global, isu tata kelola inovasi, kesiapan talenta, serta dampak sosial dan lingkungan menjadi sorotan lintas sektor. Dalam konteks inilah, perhatian dunia kembali tertuju ke Davos, Swiss, tempat World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 digelar. Sejak 1971, forum tahunan ini mempertemukan pemimpin pemerintahan, bisnis, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk menyelaraskan pandangan dan membaca arah percakapan global ke depan. Bagi negara berkembang dengan ekonomi digital yang bertumbuh kuat seperti Indonesia, diskusi ini menjadi semakin relevan. Lantas, apa saja yang perlu dicermati dari WEF Davos 2026?

Diskusi Lintas Sektor di Tengah Dunia yang Terus Berubah
Berlangsung pada 19–23 Januari 2026, WEF Davos 2026 mengusung tema besar “A Spirit of Dialogue”. Tema ini diterjemahkan ke dalam lima pertanyaan kunci, mulai dari kerja sama global di tengah fragmentasi dunia, pencarian sumber pertumbuhan baru, investasi pada manusia, inovasi yang bertanggung jawab, hingga pembangunan kemakmuran yang berkelanjutan. Diskusi-diskusi ini menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi yang aman dan tepercaya sebagai fondasi masa depan ekonomi global.
AI, Talenta Digital, dan Inovasi yang Bertanggung Jawab
Isu seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan tata kelola teknologi digital akan dibahas bukan hanya dari sisi inovasi, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan sistem ekonomi. Isu tersebut menjadi salah satu bahasan utama WEF Davos 2026 melalui tema “How can we deploy innovation at scale and responsibly?”.
Bagi Indonesia, topik ini semakin relevan. Hingga 2025, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia yang baru mencapai 27,34 persen, sementara Komdigi memperkirakan kebutuhan talenta digital mencapai 600.000 orang per tahun untuk memenuhi target 9 juta talenta digital pada 2030. Di tengah upaya mengejar Visi Indonesia Digital 2045, pengembangan teknologi yang aman, inklusif, dan berorientasi pada manusia menjadi semakin krusial.
Menyeimbangkan Pertumbuhan dengan Keberlanjutan Lingkungan
Selain pertumbuhan ekonomi dan teknologi, WEF Davos 2026 juga menempatkan keberlanjutan sebagai agenda penting melalui tema “How can we build prosperity within planetary boundaries?”. Forum ini mendorong pendekatan ekonomi yang regeneratif, sirkular, dan inklusif, memastikan agar pertumbuhan tidak mengorbankan lingkungan.
Perubahan preferensi konsumen membuat keberlanjutan semakin relevan bagi bisnis: studi OECD mencatat 65 persen konsumen global bersedia bersedia untuk mengubah gaya hidup mereka demi kebaikan lingkungan, sehingga perusahaan yang lebih berkelanjutan punya peluang lebih besar membangun preferensi dan loyalitas. Di Indonesia, peluangnya juga konkret. Laporan AC Ventures–BCG memetakan potensi green growth hingga US$400 miliar dan peluang bisnis utama di jasa strategi/profesional, solusi pengurangan intensitas emisi, serta emission offsetting, yang pada akhirnya menguntungkan perusahaan sekaligus mendukung target iklim.
Pada gelaran ke-56 ini, sekitar 3.000 peserta dari hampir 130 negara dijadwalkan hadir, mencerminkan keberagaman perspektif lintas sektor. Sejalan dengan tema WEF tahun ini, DANA sebagai salah satu dompet digital terkemuka di Indonesia, turut hadir untuk ketiga kalinya di WEF Davos. Ini menegaskan komitmen jangka panjang untuk terlibat aktif dalam forum internasional sekaligus mendukung ekosistem tekfin Indonesia agar terus berkembang secara inklusif, tepercaya, dan berkelanjutan, termasuk melalui fokus pada pengembangan layanan keuangan digital berbasis komunitas dan pengguna yang berdampak serta bertanggung jawab bagi lingkungan. Komitmen ini juga didokumentasikan secara transparan melalui Sustainability Report 2024 yang dipublikasikan DANA pada Desember lalu.
Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, menyampaikan bahwa keterlibatan di WEF Davos menjadi ruang penting untuk terus belajar dan berkontribusi.
“WEF Davos adalah forum strategis untuk memahami bagaimana dunia bergerak dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif. Bagi DANA, partisipasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung kebiasaan finansial yang sehat lewat layanan keuangan digital yang aman, inklusif, dan selaras dengan keberlanjutan bumi,” ujar Vince.





