Berdayakan Istri Nelayan lewat Edukasi Keuangan, Dukung Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Lokal Wakatobi

23

MAKASSAR, 23 NOVEMBER 2O17 – Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University pada hari ini (23/11) menyelenggarakan Lokakarya dan edukasi keuangan untuk istri nelayan di Wakatobi, bertempat di Taman Budaya Wakatobi, Sulawesi Selatan. Sekitar 100 peserta diberikan edukasi dan pelatihan dasar mengenai cara mengelola keuangan keluarga. Pemberdayaan wanita lewat edukasi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat, wanita memiliki posisi strategis dalam mengatur keuangan di sektor yang paling mikro, yaitu keluarga. Berdasarkan riset Bloom et al (2016) diungkapkan bahwa dibandingkan dengan pria, perempuan cenderung menginvestasikan pendapatan keluarga untuk pendidikan dan masa depan anak-anaknya.

Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia menjelaskan, “Pemahaman dan inklusi keuangan, terutama lewat wanita, memiliki peranan penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lewat pelatihan keuangan ini, kami berharap bahwa wanita, khususnya istri nelayan lokal di Wakatobi, dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen keuangan personal dan keluarga, sehingga mampu meningkatkan perilaku menabung untuk masa depan. Lebih dari itu, setelah mendapatkan pembelajaran, kami juga berharap nantinya para istri nelayan dapat terinspirasi untuk memulai sebuah usaha sederhana yang dapat menjadi tambahan pemasukan untuk keluarga,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa hal ini merupakan cerminan komitmen HSBC untuk senantiasa mendorong bisnis yang berkesinambungan dengan membangun masyarakat dari segi sosial, lingkungan, dan ekonomi di manapun HSBC berada. “Perikanan dan kelautan merupakan sektor unggulan daerah kabupaten Wakatobi, selain pariwisata. Karenanya, komunitas nelayan lokal menjadi salah satu sasaran utama program edukasi keuangan yang kami lakukan. Kami berharap inisiatif ini akan membantu pemberdayaan masyarakat selain juga berkontribusi pada percepatan ekonomi,” lanjut Nuni.

Wahyoe Soedarmono selaku Project Manager Program Kerjasama HSBC-PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna University menjelaskan, “Dalam setiap program edukasi keuangan yang kami jalankan, sangat penting memastikan metode dan materi yang diajarkan relevan dengan kondisi dan kebutuhan peserta. Edukasi keuangan kali ini menggunakan pendekatan interaktif. Harapannya, ibu-ibu rumah tangga dari para nelayan dapat mengurangi perilaku konsumtif, serta meningkatkan perilaku produktif lewat menabung untuk masa depan. “

“Secara lebih spesifik, peserta diajarkan untuk membagi uang yang didapat setiap harinya kedalam empat amplop yang berbeda warna, sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Misalnya, amplop merah diperuntukan untuk kebutuhan makan keluarga. Dompet/amplop kuning untuk kebuthan sekolah anak-anak. Amplop hijau untuk kebutuhan melaut. Amplop biru untuk kebutuhan menabung atau cadangan keperluan mendadak seperti sakit atau lainnya. Dengan membagi dan mengelompokan uang yang dimiliki sesuai dengan pos kebutuhan, arus kas (cash flow) keluarga menjadi lebih teratur dan terkontrol,” tambah Wahyoe.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setempat sangat menyambut baik kegiatan ini. Ridhony M. H Hutasoit, Kepala Subbagian Pengawasan Bank 2 OJK Sulawesi Utara menyatakan bahwa kegiatan edukasi seperti ini selaras dengan upaya pemerintah untuk terus mendorong kesejahteraan nelayan lokal. “Sungguh kegiatan ini sangat mulia. Kolaborasi antara HSBC dari industri jasa keuangan dan Universitas Sampoerna dari dunia akademik sudah memberikan nilai tambah (add value) nyata bagi pembangunan manusia hingga menjangkau masyarakat pelosok negeri di Wakatobi. Kami berharap melalui kegiatan ini nelayan kita tidak semakin tersisih dari himpitan ekonomi atau perubahan zaman, melainkan semakin kuat dan tangguh karena didukung istri yang cerdas dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

Pelatihan edukasi keuangan dipandu oleh Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halueleo didampingi oleh tim Sampoerna University, HSBC Indonesia, serta perwakilan dari OJK Kendari.

Tentang PT Bank HSBC di Indonesia
HSBC telah beroperasi di Indonesia sejak 1884 dan saat ini melayani nasabah melalui 38 cabang di 6 kota besar di Indonesia. Dengan dukungan lebih dari 3.000 karyawan, saat ini HSBC Indonesia telah berkembang menjadi bank internasional terdepan di Indonesia yang menawarkan layanan Commercial Banking dan Global Banking untuk nasabah korporasi dan institusi, Global Markets untuk pengelolaan Treasury dan Capital Market, serta Retail Banking and Wealth Management.

@HSBC_ID HSBC Indonesia

Sekilas tentang Putera Sampoerna Foundation
Putera Sampoerna Foundation (PSF) adalah institusi bisnis sosial pertama di Indonesia yang memiliki visi untuk mencetak para calon pemimpin Indonesia handal di masa depan, sehingga mampu menghadapi tantangan global, berkontribusi, dan membawa perubahan positif kepada masyarakat di sekitarnya. PSF percaya bahwa visinya hanya dapat dicapai dengan komitmen yang kuat dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi siswa Indonesia. Untuk itu, PSF menghadirkan sistem Sampoerna Schools, pendidikan terintegrasi pertama di Indonesia yang menawarkan alur pendidikan berkualitas internasional dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, melalui Sampoerna Academy dan Sampoerna University. Sejalan dengan itu, PSF turut menjaga keberlanjutan bisnis sosialnya dengan berperan sebagai penyelenggara program tanggung jawab sosial (CSR operator) yang telah dipercaya oleh lebih dari 800 perusahaan, institusi pemerintahan, organisasi maupun asosiasi di Indonesia, untuk menjalankan program CSR mereka di dunia pendidikan. PSF telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008, sebuah sertifikat yang diberikan kepada organisasi dengan sistem manajemen kualitas yang telah memenuhi standar internasional. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi www.sampoernafoundation.org.