
Sira Village, destinasi belanja dan gaya hidup di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, akan menjadi lokasi penyelenggaraan Labdanation Fashion Week (LFW) Season III bertema “Threads of Legacy” pada 28 Oktober 2026 di Sunset Mandala Stage. Acara tahunan yang diinisiasi PT Labda Anugerah Tekstil ini mengusung isu keberlanjutan dalam industri fesyen Indonesia.
Sebanyak 67 busana bersertifikasi berkelanjutan akan diperagakan oleh 30 model profesional. Koleksi tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan lima merek fesyen lokal, yakni Novel Mice, Unice, Kimmyra, Murotto Bali, dan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali. Penyelenggara juga menargetkan rekor dunia untuk jumlah busana tekstil terbanyak dalam satu peragaan busana berbasis sustainability.
Dorongan untuk UMKM Fesyen
Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil, Yusak Samadji Pranoto, menyebut keberlanjutan semestinya bisa diakses semua skala bisnis, termasuk UMKM, lewat inovasi cetak tekstil digital yang ramah lingkungan. Perusahaan tersebut sebelumnya tercatat meraih rekor MURI pada 2022-2024 serta sejumlah sertifikasi internasional seperti OEKO-TEX dan ISO terkait produksi tekstil ramah lingkungan.
Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, mengatakan keikutsertaan Sira Village sebagai tuan rumah merupakan bagian dari komitmen menaikkan kelas UMKM lokal dengan memberi ruang tumbuh dan visibilitas bagi karya-karya ramah lingkungan. Menurutnya, kolaborasi ini juga memperkuat posisi Sira Village sebagai destinasi yang memadukan belanja, gaya hidup, dan kreativitas lokal.
PT Labda Anugerah Tekstil menerapkan teknologi cetak digital Epson Monna Lisa ML-32000 dengan tinta berbasis air serta sistem pengolahan limbah air biologis dalam proses produksinya. Dengan basis pelanggan di lebih dari 40 negara, perusahaan ini berupaya membawa standar kualitas global tersebut untuk membuka peluang pasar baru bagi merek-merek lokal yang sedang berkembang.
Catatan Redaksi. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah wilayah yang diberi insentif pajak dan kemudahan regulasi oleh pemerintah untuk menarik investasi di sektor tertentu, dalam hal ini pariwisata dan gaya hidup. Sertifikasi OEKO-TEX menandakan kain telah diuji bebas residu kimia berbahaya bagi kulit dan lingkungan, sementara cetak digital bertinta air pada tekstil umumnya memangkas pemakaian air dan limbah pewarna dibanding pencelupan kain cara konvensional.
Sumber: PT Labda Anugerah Tekstil dan Sira Village.





