
Harga Bitcoin kembali tertekan pada awal Oktober 2026 setelah gagal menembus level US$87.000. Berdasarkan data pasar per 7 Oktober 2026, BTC berada di kisaran US$83.900, turun sekitar 1,7 persen dalam 24 jam, seiring kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat, harga minyak, dan penguatan dolar AS.
Meski harga bergerak fluktuatif, aktivitas transaksi aset kripto di Indonesia tetap tumbuh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto nasional pada Agustus 2026 mencapai Rp23,16 triliun, naik 12,87 persen dibandingkan Juli 2026. Jumlah akun konsumen aset keuangan digital juga bertambah menjadi 23,21 juta akun.
Program Trading Streak
Merespons dinamika pasar tersebut, platform exchange kripto FLOQ meluncurkan program bertajuk Trading Streak yang berlangsung pada 9-22 Oktober 2026. Pengguna yang ingin berpartisipasi perlu melakukan transaksi jual atau beli aset kripto minimal Rp100.000 setiap hari selama periode streak yang dipilih.
Peserta yang berhasil menjaga transaksi selama 7 hari berturut-turut berkesempatan memperoleh deposit aset kripto RLUSD senilai Rp100.000 untuk 100 pengguna terpilih. Sementara peserta yang mampu mempertahankan streak selama 14 hari berturut-turut berkesempatan mendapatkan satu unit iPhone 18 Pro Max 256 GB.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan program ini dirancang untuk membangun kebiasaan trading yang lebih konsisten, bukan sekadar mengejar momentum harga jangka pendek. Ia menekankan bahwa reward dalam program tersebut diposisikan sebagai benefit tambahan, bukan alasan untuk bertransaksi secara berlebihan, dan mengingatkan pengguna untuk tetap memahami risiko serta menyesuaikan transaksi dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing.
Sumber: FLOQ.





