Harga Emas Hari Ini Diprediksi Turun ke Level 4.114-4.129

Harga Emas Hari Ini Diprediksi Turun ke Level 4.114-4.129
Ilustrasi (AI)

Harga emas dunia masih berada dalam tren tekanan setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. PT Dupoin Futures Indonesia menilai pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 berpotensi melanjutkan pelemahan setelah terbentuk pola false break yang kemudian dikonfirmasi oleh Bearish Engulfing, sinyal yang umumnya menandakan kuatnya tekanan jual.

Support Jadi Kunci Arah Harga

Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, kombinasi false break dan Bearish Engulfing membuka peluang bagi harga emas untuk menguji zona support di kisaran 4.129 hingga 4.114. Jika level tersebut tertembus, pelemahan berpotensi berlanjut lebih dalam. Namun jika harga mampu bertahan di zona itu, peluang rebound teknikal tetap terbuka.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Yield Treasury dan Dolar AS Jadi Penekan Utama

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipicu oleh tingginya imbal hasil obligasi Treasury AS serta kekhawatiran harga energi yang tinggi dapat menjaga tekanan inflasi. Reuters melaporkan harga spot emas turun sekitar 0,7% ke level US$4.152,86 per troy ounce pada 30 September, dan berada di jalur penurunan bulanan sekitar 6,6% untuk periode September.

Di sisi lain, data inflasi AS sebenarnya memberi sedikit ruang positif. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus naik 0,3%, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%. Setelah data ini rilis, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 39% dari sebelumnya 45% berdasarkan CME FedWatch. Namun kenaikan harga energi tetap mendorong yield obligasi lebih tinggi sehingga kembali menekan logam mulia.

Dupoin Futures menyebut arah yield Treasury, dolar AS, serta data tenaga kerja AS akan menjadi faktor penentu pergerakan emas selanjutnya. Ketika yield naik, emas sebagai aset tanpa imbal hasil cenderung tertekan; sebaliknya, jika yield mulai turun, ruang recovery bagi XAUUSD dapat terbuka kembali.

Sumber: PT Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan