Fenomena Mantab: Saldo Tabungan di Bawah Rp100 Juta Turun 45%

Fenomena Mantab: Saldo Tabungan di Bawah Rp100 Juta Turun 45%

Fenomena “mantab” atau makan tabungan—kondisi ketika saldo tabungan terpakai untuk kebutuhan sehari-hari sebelum gaji berikutnya cair—semakin terlihat di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah. Survei Konsumen Bank Indonesia edisi Agustus 2026 mencatat porsi pendapatan untuk konsumsi naik dari 72,7% menjadi 74,2% hanya dalam sebulan, sementara porsi yang disisihkan untuk tabungan turun dari 16,8% menjadi 15,8%.

Data Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memperkuat gambaran ini. Meski total simpanan masyarakat dengan tabungan di bawah Rp100 juta masih tumbuh, saldo rata-rata per rekening pada kelompok ini terus menyusut, dari Rp3,1 juta pada 2018 menjadi Rp1,7 juta pada Mei 2026—penurunan sekitar 45% dalam delapan tahun.

Bacaan Lainnya

Bukan Sekadar Soal Kopi dan Hiburan

Ivan Kusuma, Head of Investment & Insurance DANA Group, menilai penyusutan saldo bukan semata akibat gaya hidup konsumtif. Menurutnya, masalah utama muncul ketika uang untuk kebutuhan harian, dana darurat, dan tujuan masa depan tercampur dalam satu tempat, sehingga tabungan selalu menjadi pos yang paling mudah dikorbankan. Ia menyarankan pendekatan “conscious spending”, yakni menetapkan tujuan penggunaan uang sebelum uang itu dibelanjakan.

Lima Langkah Mengamankan Tabungan

DANA Indonesia membagikan sejumlah langkah praktis: mengenali ke mana uang mengalir melalui riwayat transaksi, memilah prioritas dan mengalokasikan dana ke pos-pos seperti tabungan tujuan, emas digital, atau reksa dana pasar uang, menerapkan jeda 24 jam sebelum membeli sesuatu yang bukan kebutuhan mendesak, menggunakan fasilitas cicilan secara terukur sesuai kemampuan, serta tetap menyisakan ruang untuk menikmati hasil kerja agar kebiasaan finansial lebih seimbang dalam jangka panjang.

Sumber: DANA Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan