BRI Finance Tawarkan Bunga Kredit Mobil Baru Mulai 3,33%

BRI Finance Tawarkan Bunga Kredit Mobil Baru Mulai 3,33%
Ilustrasi (AI)

Kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang membuat keputusan membeli mobil baru kini tidak lagi sekadar soal pilihan model dan fitur, tetapi juga perencanaan finansial yang matang. Permintaan kendaraan pribadi, termasuk yang menggunakan teknologi elektrifikasi, masih menunjukkan tren kuat di pasar otomotif nasional.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menghadirkan skema pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun. Skema ini dirancang untuk memberi fleksibilitas bagi konsumen dalam merencanakan kepemilikan kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Pertimbangan Sebelum Membeli Mobil Baru

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan mobil baru dapat menjadi cara masyarakat meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas, mulai dari perjalanan kerja hingga kebutuhan keluarga. Namun ia mengingatkan bahwa keputusan pembelian perlu diimbangi dengan perencanaan finansial yang matang agar kewajiban pembayaran tetap terukur.

Menurutnya, konsumen perlu mempertimbangkan beberapa aspek sebelum menentukan kendaraan, seperti kebutuhan penggunaan sehari-hari, kapasitas dan kenyamanan, fitur keselamatan, hingga biaya kepemilikan secara keseluruhan. Pemilihan skema pembiayaan juga disarankan disesuaikan dengan kondisi keuangan agar tidak mengganggu kebutuhan lain.

Melalui penawaran ini, BRI Finance menyatakan ingin menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan konsumen, tidak hanya dengan menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga pilihan yang kompetitif agar rencana memiliki mobil baru dapat terwujud sesuai kemampuan finansial masing-masing.

Catatan Redaksi. Bunga flat dihitung dari pokok pinjaman awal yang tetap sama setiap bulan, berbeda dengan bunga efektif yang dihitung dari sisa pokok yang terus berkurang. Karena itu, angka persentase bunga flat biasanya terlihat lebih kecil di atas kertas, meski beban bunga riilnya bisa setara atau lebih tinggi dari skema bunga efektif dengan angka nominal lebih besar.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan