Media Filter Air: Cara Pilih yang Tepat agar Biaya Tak Membengkak

Media Filter Air: Cara Pilih yang Tepat agar Biaya Tak Membengkak
Ilustrasi (AI)

Pemilihan media filter air masih sering dilakukan berdasarkan harga, kebiasaan, atau ukuran tabung filter semata. Padahal, setiap sumber air memiliki karakteristik berbeda, sementara setiap media filtrasi memiliki fungsi dan parameter teknis yang tidak selalu sama satu sama lain.

Menurut Agus Ruswandi, Tim Teknis PT Sibara Bestari Indonesia, pemilihan media sebaiknya dimulai dari pemahaman terhadap karakteristik air yang akan diolah, bukan sekadar mengikuti kebiasaan dari sistem lain. Parameter seperti kekeruhan, warna, bau, kandungan besi (Fe), dan mangan (Mn) perlu diketahui lebih dulu, sebab air yang terlihat jernih belum tentu memiliki kualitas yang sama dengan air dari sumber lain.

Baca juga:

Setiap Media Punya Fungsi Berbeda

Material seperti pasir silika, karbon aktif, zeolit, pasir aktif, hingga media berbasis mangan memiliki karakteristik dan fungsi penyaringan yang berbeda-beda. Zaini, Tim Marketing PT Sibara Bestari Indonesia, menyebut kesalahan yang kerap terjadi adalah menganggap semua media filter dapat saling menggantikan, padahal masing-masing material punya sifat teknis tersendiri. Karena itu, harga per kilogram tidak seharusnya jadi satu-satunya pertimbangan.

Ukuran tabung atau vessel juga bukan satu-satunya dasar perhitungan kebutuhan media. Faktor lain seperti volume bed, ukuran butiran, bulk density, laju aliran, hingga kebutuhan backwash turut menentukan desain sistem yang tepat, terutama bila sistem menggunakan lebih dari satu jenis media.

Biaya Tersembunyi di Balik Media yang Tidak Sesuai

Isnu Firmansyah, Direktur Marketing PT Sibara Bestari Indonesia, menjelaskan bahwa biaya media hanyalah satu komponen dari total biaya operasional. Media atau konfigurasi yang tidak sesuai dapat memicu penggantian lebih sering, kebutuhan maintenance tambahan, konsumsi air backwash yang membesar, hingga gangguan proses akibat performa sistem yang menurun.

Mufid Dahlan, Direktur Utama PT Sibara Bestari Indonesia, menambahkan bahwa pemilihan media perlu dilihat sebagai bagian dari keseluruhan sistem pengolahan air, bukan keputusan yang berdiri sendiri. Sebelum mengganti media, perusahaan disarankan mengidentifikasi sumber air, memeriksa hasil uji laboratorium, menentukan target pengolahan, mengevaluasi desain filter, menghitung kebutuhan media secara teknis, dan memperhitungkan biaya operasional secara keseluruhan — bukan terburu-buru mengganti media begitu performa sistem menurun.

Catatan Redaksi. Volume bed merujuk pada ketebalan lapisan media di dalam tabung filter, sedangkan bulk density adalah kepadatan material per satuan volume, dua faktor ini menentukan berapa kilogram media yang dibutuhkan untuk tabung berukuran sama. Backwash sendiri adalah proses membalik arah aliran air untuk membersihkan kotoran yang terperangkap di media, dan jika media tidak cocok dengan karakteristik air baku, proses ini jadi lebih sering dilakukan sehingga menambah konsumsi air dan biaya operasional di luar harga media itu sendiri.

Sumber: PT Sibara Bestari Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan