Fuguku Gaet Craftlab di Italia, Terjual 100 Tas dalam 10 Minggu

Fuguku Gaet Craftlab di Italia, Terjual 100 Tas dalam 10 Minggu

Sebuah usaha ritel kerajinan tangan di Spello, Italia, bernama Craftlab tengah mempersiapkan pembukaan tokonya dengan menjadikan tas-tas Fuguku asal Indonesia sebagai salah satu koleksi andalan. Sambil menanti toko fisik dan platform e-commerce-nya siap, Craftlab lebih dulu menguji minat pasar lewat akun profesional di Vinted dan melaporkan penjualan 100 produk Fuguku dalam waktu sekitar 10 minggu.

Kisah kemitraan ini bermula dari perjalanan pribadi pendiri Craftlab yang mengunjungi keluarga di Indonesia. Saat transit di Bali, ia menemukan sebuah butik kecil di bandara yang memajang tiga tas Fuguku, dan salah satunya langsung menarik perhatiannya. “Saya langsung terpikat, tanpa ragu, membeli satu,” kenang Craftlab. Pengalaman itu kemudian mendorongnya untuk menelusuri lebih jauh material, proses produksi, dan orang-orang di balik merek tersebut.

Bacaan Lainnya

Desain Mencolok dan Kapasitas yang Mengejutkan

Menurut Craftlab, warna-warna cerah dan tekstur berduri khas Fuguku menjadi daya tarik utama yang membuat pembeli berhenti dan memperhatikan. Kapasitas tasnya juga disebut sering mengejutkan pelanggan karena mampu memuat lebih banyak barang dari yang terlihat sekilas. Model Fugukai Midi, Shellbag Short, dan Fuguflex disebut sebagai yang paling diminati, dengan Craftlab sendiri mengaku memakai Maxi Fuguflex setiap hari.

Selain desain, penggunaan material daur ulang dan dukungan Fuguku terhadap para perajin perempuan menjadi alasan penting di balik kemitraan ini. Craftlab yang mengusung konsep ruang temu kerajinan tangan dari berbagai negara menilai nilai etis dan proses produksi sama pentingnya dengan tampilan visual produk yang dipilih untuk tokonya.

Fuguku kini membuka peluang kemitraan serupa bagi butik, peritel, dan mitra grosir lain yang tertarik menghadirkan produk kerajinan tangan tersebut ke komunitas masing-masing.

Sumber: Fuguku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan