Freddie Kashawan Ungkap Cara AI Multi-Agen Percepat Kerja 5x Lipat

Freddie Kashawan Ungkap Cara AI Multi-Agen Percepat Kerja 5x Lipat
Ilustrasi (AI)

Praktisi bisnis AI sekaligus pendiri AIPreneur, Freddie Kashawan, membagikan pendekatan baru dalam mempercepat kerja operasional perusahaan melalui penerapan Workflow AI berbasis sistem multi-agen. Ia menilai banyak pemimpin perusahaan di Indonesia masih mengadopsi AI sekadar mengikuti tren tanpa memahami cara membangun alur kerja yang sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

Menurut Freddie, transformasi digital tidak cukup hanya soal kecepatan, tetapi juga efisiensi biaya dan kemampuan menemukan peluang pasar baru lewat riset yang terstruktur. AIPreneur menawarkan pendekatan menyeluruh yang menggabungkan konsultasi bisnis dengan perancangan sistem multi-agen, sekaligus pelatihan sumber daya manusia agar teknologi tersebut benar-benar terpakai di lapangan.

Bacaan Lainnya

Diuji di Bisnis Sendiri Sebelum ke Klien

Sebelum menawarkannya ke klien korporat, metode ini lebih dulu diterapkan Freddie pada dua lini bisnis miliknya sendiri, yakni Skinku dan Rave Tailor, untuk mengefisienkan operasional harian. Setelah pendekatan tersebut terbukti berjalan, AIPreneur mulai mendampingi perusahaan skala besar, salah satunya perusahaan sekuritas terbesar di Indonesia dengan sekitar 250 karyawan.

Pada studi kasus tersebut, pekerjaan operasional yang biasanya memakan waktu satu minggu dapat dipangkas menjadi satu hingga dua hari dengan bantuan kolaborasi agen AI, bahkan dampaknya mulai terasa hanya dalam dua hari masa pelatihan.

AIPreneur menyatakan akan memperluas cakupan programnya dengan target menjangkau satu juta pekerja Indonesia agar lebih mahir menggunakan AI, sekaligus mendampingi 10.000 UMKM dan pemilik bisnis agar tetap relevan di tengah percepatan adopsi teknologi.

Catatan Redaksi. Sistem multi-agen AI berarti beberapa model AI dengan peran berbeda, misalnya riset, analisis, dan eksekusi, bekerja berurutan sambil saling meneruskan hasil kerja. Pendekatan ini berbeda dari memakai satu chatbot untuk segala tugas, karena tiap agen bisa diberi instruksi dan akses data yang lebih sempit, sehingga lebih efektif menangani pekerjaan berulang seperti riset pasar atau pengolahan laporan operasional yang biasanya dikerjakan manual.

Sumber: AIPreneur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan